Jaksa Agung: Ini Masalah Nyawa, Jangan Berspekulasi

Kamis, 28 Juli 2016 – 17:56 WIB
Jaksa Agung, M. Prasetyo. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Jaksa Agung M Prasetyo mengaku belum bisa memastikan apakah benar terdapat 14 terpidana mati yang akan dieksekusi dalam waktu dekat. 

Selain belum menerima laporan pasti, jumlah terpidana yang akan dieksekusi juga bisa saja berkurang mengingat masih terdapat sejumlah upaya yang dilakukan para terpidana. 

BACA JUGA: Panglima TNI Minta Seluruh Prajurit Tidak Dendam

"Masih belum (dapat) laporan. Kalau ditanya apakah ada kemungkinan berkurang, setiap menit setiap detik tuh ada banding. Ini tidak simple, sabar saja," ujar Prasetyo di Kantor Kemenko Polhukam, Kamis (28/7).

Demikian juga saat ditanya terkait jadwal pelaksanaan, Prasetyo hanya meminta masyarakat bersabar. Karena eksekusi menyangkut nyawa manusia. Jadi sebaiknya semua pihak tidak berspekulasi.  

BACA JUGA: Panglima: Saya Ulangi, Tidak Ada Baku Tembak

"Ini masalah nyawa, meskipun dia bersalah dan hilang hak hidupnya setelah eksekusi. Bagaimana pun harus dihormati, dihargai, jangan berspekulasi dulu," ujarnya.

Menurut Prasetyo, eksekusi baru bisa dilaksanakan ketika semua aspek, baik itu yuridis maupun teknis terpenuhi. Langkah ini penting, karena setelah eksekusi telah dilaksanakan, nyawa terpidana tidak bisa dikembalikan ketika terdapat kesalahan. 

BACA JUGA: Ekonomi dan Sosial Jadi Kunci Pemberantasan Terorisme

"Kalian sabar saja, karena namanya nyawa, kalau sudah direnggut enggak bisa dikembalikan lagi. Kita lihat situasinya (kapan eksekusi dilaksanakan)," ujar Prasetyo.(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... ‎Menko PMK Minta Pemda Terlibat Validasi Peserta BPJS Kesehatan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler