Jalanan Masih Macet, Sopir Mobil Jenazah: Saya Pengin Teriak di Lampu Merah

Kamis, 16 April 2020 – 09:09 WIB
Kemacetan (Ilustrasi). Foto: JPG/dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sopir mobil jenazah Pemprov DKI Jakarta Muhammad Nursyamsurya merasa sangat prihatin melihat ketidakpedulian masyarakat yang masih berseliweran berkegiatan di luar rumah.

Meski sudah ada anjuran pemerintah untuk tetap berada di rumah saja maupun adanya PSBB, tampaknya belum juga membuat masyarakat patuh.

BACA JUGA: ASN jadi Tersangka Kasus Penolakan Jenazah Corona

Hal tersebut dikeluhkan oleh Nur yang setiap hari harus melewati jalan Jabodetabe, dari rumah sakit rujukan covid-19 hingga ke pemakaman untuk mengantar jenazah.

Para warga yang masih berkeliaran di jalan kata Nur, mirisnya seolah tak takut dengan virus mematikan tersebut.

BACA JUGA: Warga Tolak Jenazah Corona, Jalan ke Pemakaman Diblokade

"Ini jalanan malah semakin ramai, siang hari masih macet, malam masih macet, dini hari juga masih ramai, seperti tidak terjadi apa-apa," ungkap Nur di acara Mata Najwa, Rabu (16/4) malam.

Padahal dengan masyarakat tetap berada di rumah bisa menekan jumlah penyebaran virus corona.

BACA JUGA: Nafa Urbach: Semakin Banyak Manusia Cabul

"Ini malah masih macet seperti hari biasa kerja. Saya rasanya pengin teriak yang kencang di lampu merah, kalau kalian tahu berapa banyak jenazah yang kami makamin setiap hari, sakit rasanya," kata Nur sembari terisak.

Karena itu, Nur mengimbau agar masyarakat mematuhi anjuran pemerintah untuk berdiam diri di rumah.

"Tolong untuk masyarakat diam saja di rumah, sebentar saja, patuhi anjuran pemerintah, tolong," pinta Nur.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler