Jam Buka-Tutup Bandara Juga Harus Sama

Senin, 04 Juni 2012 – 12:01 WIB

KETUA Perbanas Sigit Pramono berharap agar rencana penyatuan zona waktu tak terhenti pada sekadar wacana yang justru bakal memicu proa dan kontra. Kalau pemerintah memang yakin dampaknya positif, harus segera direalisasikan.

"Secara bisnis, perbankan sangat diuntungkan karena penyatuan zona waktu menutup kemungkinan terjadinya perbedaan kurs antar bank di tiga wilayah waktu Indonesia. Jadi, kami tak perlu melakukan penyesuaian harga," ujarnya.

Dukungan juga datang dari Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas. "Ini akan memudahkan masyarakat karena contohnya dengan perbedaan dua jam, teman-teman di Indonesia Timur baru bisa kliring jam 10 karena di Jakarta kliring baru dibuka jam 8 pagi," ujarnya.

Ronald menjelaskan, penyatuan waktu itu akan sangat menguntungkan proses transaksi keuangan yang selama ini sistemnya terintegrasi di Jakarta. Buntutnya, jalannya bisnis dan kegiatan ekonomi lain bakal lebih efisien.

Tak cuma kalangan perbankan, dunia penerbangan juga menyambut positif rencana menyamakan jam di ujung timur Indonesia dengan jam di ujung barat Indonesia. Namun, dengan syarat, penyatuan itu disertai penyamaan waktu buka bandara.

"Penyamaan zona waktu bisa berdampak negatif pada penerbangan jika tidak ada upaya penyesuaian pada jam kerja bandara," kata Vice President Communications PT Garuda Indonesia Pujobroto.

Pujo mencontohkan, suatu bandara di Indonesia bagian timur tutup jam 10 malam waktu setempat. Maka, pesawat yang berangkat dari Indonesia bagian barat atau tengah harus mendarat sebelum jam 10 malam waktu Indonesia bagian timur atau ketika bandara tersebut masih buka.

"Akan kacau kalau zona waktu disamakan tapi jam buka tutup bandara di wilayah timur tetap seperti semula. Bisa-bisa yang berangkat dari barat atau tengah kecele karena menyangka bandara masih buka," jelasnya.

Yang juga akan sangat diuntungkan oleh penyatuan zona waktu adalah industri pasar modal melalui perdagangannya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Bahkan, BEI sejatinya sudah lebih dari setahun lalu mengkaji untuk memulai jam perdagangan lebih awal untuk mengejar kesetaraan waktu dengan regional, terutama Singapura dan Hong Kong.

Direktur Utama BEI Ito Warsito mengatakan, alasan dari keinginan penyetaraan jam perdagangan dengan memajukan jam buka lebih awal adalah agar investor di Indonesia mendapatkan kesempatan dan momen yang sama dengan investor di wilayah regional. Saat ini jam perdagangan bursa dimulai jam 09.30 atau terlambat antara setengah jam sampai lebih dari satu jam dari beberapa negara tetangga. Penambahan durasi itu juga diperlukan sebagai upaya meningkatkan nilai transaksi di bursa saham negeri ini.

Ito mengatakan, selama ini pihaknya terus berupaya memantapkan konsep penambahan jam "buka toko" tersebut dan diharapkan terealisasi dalam waktu dekat ini.  Ada empat hal yang disiapkan; sistem dan teknologi, sumber daya manusia, peraturan, dan anggota bursa. Itu semua, menurut Ito, bisa pararel. Meski begitu belum bisa disebutkan penambahannya apakah dimajukan lebih awal atau ditutup lebih lama.

Saat ini, BEI dibuka pukul 09:30 dan berakhir pukul 16:00. Perdagangan harian terbagi dua. Sesi pertama berakhir jam 12:00 dan dilanjutkan lagi sesi kedua mulai jam 13:30. Khusus hari Jumat sesi pertama diakhiri pukul 11:30 dan dimulai lagi pukul 14:00.

Maka, kata Ito, rata-rata transaksi harian di BEI berlangsung 5 jam. Durasi itu lebih singkat dibandingkan rata-rata bursa di regional yaitu 6 jam. Besar kemungkinan Bursa akan dimulai lebih awal yaitu pukul 09:00 agar bersamaan dengan bursa regional. "Sekarang kan kita ketinggalan (jam buka) dari Singapura, Hong Kong, Malaysia. Sebaiknya bersamaan," terangnya.

Ketika jam buka menjadi sama, kata Ito, perdagangan bisa lebih fair jika dikaitkan dengan bursa lain. Atas dasar itulah, Ito menyayangkan jika ada pihak yang menilai bahwa rencana pemerintah melakukan penyatuan zona waktu di seluruh wilayah di Indonesia adalah demi kepentingan bursa saham.

"Keliru pendapat mengaitkan peraturan pemerintah menyatukan zona waktu dengan kepentingan pasar modal. Kita sudah lebih awal menginginkan penyatuan zona waktu sebelum pemerintah," tegasnya. (wir/gen/sof/ttg)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Batavia Air Kurangi Empat Pesawat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler