Jambi Punya Komoditas Unggulan Nasional, Diminati Pasar Global, Mantap!

Minggu, 03 Juli 2022 – 19:22 WIB
Pertemuan Capacity Building Petani dan Business Matching Pelaku Ekspor Perkebunan di Provinsi Jambi. Foto: Kementan

jpnn.com, JAMBI - Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan benih Pinang Betara Jambi sebagai varietas unggul nasional yang berorientasi pada ekspor.

Sebab, pinang menjadi primadona di pasar global.

BACA JUGA: Ketua KIP Apresiasi Layanan Digital Kementan

Oleh karena itu, dukungan pada pinang ditujukan agar dapat memberikan keuntungan yang lebih bagi pelaku usaha perkebunan, khususnya di Provinsi Jambi.

"Sekarang layak digunakan secara luas oleh masyarakat untuk pengembangan, tentunya dengan GAP yang dipersyaratkan, “ ujar Kepala Dinas Perkebunan Prov. Jambi, Agus Rizal pada pertemuan Capacity Building Petani dan Business Matching Pelaku Ekspor Perkebunan di Provinsi Jambi, beberapa waktu yang lalu.

BACA JUGA: Tangani Wabah PMK, Kementan Meluncurkan Gerakan Disinfeksi Nasional

Agus bersama jajaran Dinas Perkebunan Provinsi Jambi pun berkomitmen untuk terus mendorong komoditas spesifik daerah agar berorientasi ekspor.

Terlebih kata, dia yang ada di sentra-sentra pengembangan seperti di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur,dan kabupaten sentra lainnya.

BACA JUGA: DPR Dukung Penuh Kementan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

"Kami fokuskan bagaimana pembinaan petani pinang dan para pelaku ekspornya agar terus memberikan dampak bagi peningkatan perekonomian provinsi Jambi secara keseluruhan, “ ujarnya

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementan Dedi Junaedi, mengungkapkan dalam 2-3 tahun terakhir Kementan melalui Ditjen Perkebunan tengah fokus mengembangkan sumber devisa ekspor dari komoditas perkebunan spesifik daerah seperti pinang.

Menurutnya, untuk mengembangkan sektor perkebunan harus dilakukan berbagai upaya baik dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan benih unggul, sarana produksi, perbaikan standarisasi mutu, peningkatan akses pasar serta penerapan GAP dan GHP.

"Saat ini kami terus mendorong dan fasilitasi terbentuknya kemitraan pemasaran yang berkelanjutan, utamanya dalam menyerap produk ditingkat pekebun oleh pelaku usaha/offtaker, “ ungkap Dedi

Dia mencatat ada 2 (dua) kesepakatan kemitraan terkait pengembangan, pengelolaan dan perdagangan hasil produksi pinang betara di Kabupaten Tanjab Barat dan Tanjab Timur yang berhasil ditandatangani.

Pertama antara petani produsen pinang betara Kab. Tanjab Barat dengan pelaku usaha UD. Berkah Bersaudara.

“Kedua antara petani produsen pinang betara Kab. Tanjab Timur dengan PT. PEZ, Bettel Nut Company, “ tambah Dedi

Dedi menyebutkan selain pinang, Provinsi Jambi juga merupakan Kawasan Nasional Pengembangan Kopi khususnya Kopi Kerinci. Pasar Internasional sudah cukup mengenal taste dan karakteristik kopi Kerinci Jambi yang telah memiliki Sertifikasi Indikasi Geografis.

“Kemitraan ekspor komoditas kopi juga berhasil dijalin yaitu antara petani produsen kopi arabika MPIG Koerintji dengan Koperasi Koerintji Barokah, dan akan terus didorong kemitraan secara berkelanjutan, “ jelas Dedi

Saat ini tercatat ekspor pinang pada 2021 meningkat 4,9 persen dari sisi volume dan meningkat 39,3 persen dari sisi nilai dibandingkan dengan tahun 2020 (YoY).

Begitupun dengan kopi Indonesia pada tahun 2021 meningkat 0,9 persen dari sisi volume dan meningkat 3,6 persen dari sisi nilai ekspor dibanding 2021 (YoY).

"Ke depan Komoditas kopi masih akan terjadi peningkatan ekspor seiring dengan peningkatan konsumsi kopi dunia, sedangkan untuk pinang, pasar akan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pinang untuk produk kecantikan, kesehatan dan farmasi," ujarnya.

Pada April 2022, Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo telah melepas ekspor komoditas pinang biji asal Provinsi Jambi sebanyak tujuh kontainer atau sekitar 126 ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp 4,07 miliar dengan tujuan ke Pakistan.

Kementan mencatat ekspor komoditas pinang Jambi pada Januari s.d. Maret 2022 sebanyak 17.174 ton dengan nilai mencapai Rp 416,4 miliar.

Namun, ada beberapa tantangan yang wajib diantisipasi mulai dari perbaikan standarisasi mutu produk serta reduksi tarif bea masuk disejumlah negara tujuan ekspor.

“Terkait mutu, fokus penanganan GAP dan GHP ditingkat pekebun akan terus menjadi perhatian kami. Khusus reduksi Bea Tarif Masuk produk dapat ditempuh melalui upaya diplomasi bilateral yang akan terus didorong dengan negara tujuan ekspor, “ ujar Dedi.

Selanjutnya untuk branding produk, kegiatan promosi menjadi hal yang penting dalam memperkenalkan produk perkebunan di provinsi Jambi.

“ Tahun ini mudah-mudahan peluang promosi melalui Odicoff (one day with Indonesia Coffee, Fruit and Floriculture, Red) akan terlaksana secara optimal sehingga membuka akses pasar produk untuk ekspor, “ ungkap Dedi. (jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Kementan   pasar global   Pinang   Jambi   ekspor  

Terpopuler