Jangan Ada Lagi, Begitu Terpilih Langsung Masuk Penjara

Kamis, 28 April 2016 – 14:29 WIB
Mendagri Tjahjo Kumolo. Foto: Humas Kemendagri

jpnn.com - JAKARTA – Pilkada serentak gelombang kedua akan digelar pada 2017 mendatang. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, pilkada 2017 harus menjadi momentum melahirkan kepala daerah berkualitas.  

Apalagi dengan adanya dukungan sistem otonomi daerah, memberi peluang kepada para kepala daerah untuk berinovasi.

BACA JUGA: Pansus Siap Panggil Pengusaha Terkait Reklamasi

Tjahjo mengatakan, daerah diberi kewenangan mengurus rumah tangganya sendiri. Adanya pilkada, kata dia harus bisa melahirkan pimpinan yang kreatif serta inovatif. Sebab, ruang untuk melakukan terobosan terbuka lebar. Namun, menurut dia, saat ini masih jarang yang menginspirasi.

“Meski, ada beberapa yang bisa dijadikan teladan, seperti Tri Rismaharini, Ridwan Kamil, Ahok, Nurdin Abdullah, Azwar Anas, Yoyok, Suyoto dan lainnya,” kata Tjahjo.

BACA JUGA: Calon Kada Berstatus PNS Harus Mundur, Lainnya Gimana?

Padahal lewat pemilihan langsung, bangsa ini punya kesempatan menjaring calon pemimpin di masa datang. Dan melalui otonomi, kepala daerah bisa membuktikan diri layak ‘naik kelas’. 

Presiden Jokowi, adalah salah contohnya. Dari Wali Kota, naik jadi Gubernur, kemudian terpilih jadi Presiden.

BACA JUGA: Ssst...Bang Rustam Mulai Dilirik Banteng

Sekarang sudah terpilih kembali ratusan kepala daerah hasil pemilihan serentak 2015. Tjahjo meminta, mereka yang sudah pegang mandat memanfaatkan ruang otonomi untuk membuktikan diri, mampu menghasilkan kemajuan bagi daerahnya lewat terobosannya masing-masing.

Otonomi, kata Tjahjo, harus jadi semacam ‘laboratorium’ untuk menciptkan beragam terobosan dan inovasi. 

Mantan Sekjen PDI Perjuangan itu mengingatkan, jangan sampai yang baru terpilih dan dilantik, berakhir tragis. Berhenti karena terjerat dugaan kasus narkoba atau korupsi, dan berakhir di penjara. (adv/sam/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Teman Ahok Mulai Digembosi, Ini Buktinya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler