Jangan Makan Buah Bekas Gigitan Kelelawar, Bahaya!

Selasa, 02 Februari 2021 – 10:06 WIB
Spesies kelelawar hantu yang terancam punah di Australia. Foto: ABC

jpnn.com, BATAM - Masyarakat diingatkan untuk tidak sembarangan mengonsumsi buah agar terhindar dari penularan virus nipah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, buah bekas gigitan kelelawar bisa menularkan virus nipah.

BACA JUGA: Teliti 469 Kelelawar, Temukan 6 Coronavirus Anyar

"Buah bekas gigitan kelelawar, misalnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi di Batam, Selasa (2/2).

Ia juga meminta masyarakat menjaga kebersihan secara menyeluruh, mulai dari diri sendiri, makanan, rumah, dan lingkungan.

BACA JUGA: Spesies Kelelawar Langka Jegal Proyek Tambang Emas di Australia

Ia mengatakan hingga saat ini virus nipah bersifat zoonosis.

Zoonosis adalah jenis penyakit yang dapat ditularkan hewan ke manusia dan pada virus nipah dapat menular melalui bekas gigitan hewan yang terinfeksi virus itu.

BACA JUGA: Rohadi Punya 2 Istri, Rumah Banyak, Vila, Mobil 21, Ini Daftarnya, Sontoloyo!

Oleh karena itu, Didi mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan mengonsumsi buah, karena penularan virus utamanya dari kelelawar dan babi.

"Belum ada transmisi human to human," kata dia.

Hingga kini, pihaknya belum mendapat laporan mengenai penularan virus nipah di Batam.

Epidemiolog dari Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat Defriman Djafri Ph.D. mengatakan sanitasi dan kebersihan lingkungan harus dijaga dengan baik oleh peternak, terutama usaha peternakan babi, guna mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus nipah di Tanah Air.

"Ada tiga komponen yang perlu diperhatikan terkait virus nipah. Pertama, agen atau virusnya sendiri, kedua personal, yakni orang yang wajib menjaga sanitasi dan ketiga lingkungan," kata dia saat dihubungi di Jakarta, Senin (1/2).

Ia mengatakan kebersihan pribadi terutama sanitasi dan lingkungan harus diperhatikan dengan baik, sebab virus nipah termasuk kategori zoonosis. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler