Jangan Mau Ditipu Calo PNS

Minggu, 21 Juli 2013 – 12:26 WIB
BENGKULU - Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah, S.Ag, M.Pd berkomitmen menyelenggarakan rekrutmen Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS) tahun ini secara bersih dan transparan. Dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mempercayai calo yang mengaku dapat meloloskan seseorang menjadi CPNS.

Dia juga menyampaikan agar masyarakat, terutama para pencari kerja (pencaker) untuk tetap tenang, dan jangan terbesit untuk berfikir menyogok. Ketegasan Gubernur Junaidi itu disampaikannya guna menyikapi isu yang telah berkembang belakangan ini, upaya praktik suap dengan jasa calo.

"Masyarakat tidak perlu kasak kusuk untuk mencari peluang nyogok. Kita laksanakan tes ini dengan bersih. Itu amanah MenPAN-RB. Masyarakat juga jangan mau ditipu oleh calo," pesan Junaidi yang diterima wartawan Koran RB (Grup JPNN), via BlackBerry Messenger (BBM).

Secara tersirat, Junaidi juga mengingatkan agar pejabat di lingkungan Pemda Provinsi tidak bermain-main dengan tes CPNS ini. Apalagi sampai menjadi calo. Bila sampai ditemukan, Junaidi bakal bersikap tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam mengawal tes CPNS bersih ini, Junaidi juga meminta Wakil Gubernur (Wagub), Sultan B Najamudin untuk ekstra melakukan pengawasan.

"Jika terbukti ado calo yang bermain, dan itu pejabat Pemprov, kami akan panggil. Dan saya akan tugasi Pak Wagub untuk mengawasi penyelenggaraan tes ini secara baik dan bersih," tegas Junaidi Hamsyah.

Bagaimana melaksanakan tes CPNS bersih dan transparan itu - Informasi yang diperoleh, penyelenggaraan tes CPNS untuk Pemda Provinsi Bengkulu akan menggunakan sistem program Computer Assisted Test (CAT). Program CAT ini adalah hampir mirip dengan Uji Kompetensi Guru. Dimana peserta yang mengikuti tes, akan diberikan soal ujian secara online dan jawaban langsung diterima di server pusat. Sehingga di saat peserta ujian selesai melaksanakan tes, mereka akan langsung mengetahui hasil testnya pada saat itu juga.

Jumlah komputer untuk CAT yang terpasang di kantor BKN Pusat ada 140 unit. Yang tersebar di 12 kantor regional BKN masing-masing berjumlah 50 unit. Sosialisasi tes menggunakan sistem CAT ini dilakukan minggu kedua dan ketiga Agustus. Lalu, persiapan tes CAT dijalankan Agustus.

Seperti diketahui tes akan dilaksanakan akhir September. Materi yang diujikan sama dengan tahun lalu. Yakni, tes kompetensi dasar (TKD). Setelah dinyatakan lulus TKD, peserta harus melewati tes kompetensi bidang (TKB). Ujian TKB ini diselenggaran secara teknis instansi pengguna PNS baru. TKB ini terutama dipakai untuk posisi guru dan tenaga medis. Materi ujiannya disusun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Terkait rencana itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu, Tarmizi, B.Sc, S.Sos saat dikonfirmasi tidak menampiknya. Namun saat ini, pihaknya masih terganjal masalah alat, diantaranya kamputer dalam jumlah yang banyak dan selver penghubung ke MenPAN-RB. Salah satu solusi yang akan ditempuh, BKD Provinsi rencananya akan bekerja sama dengan pihak perguruan tinggi, diantaranya Universitas Bengkulu (Unib). 

"Kami akan melihat kondisi dulu. Waktu di MenPAN, saat ditanya saya belum bisa menjawab. Kalau, waktu dekat memungkinkan, dan alat, fasilitas memadai, akan kita laksanakan (Sistem Cat,red). Kami mohon dukungan dari semua pihak," kata Tarmizi dengan ramah.

Tarmizi juga mengatakan, dengan program CAT penyelenggaraan tes CPNS dapat teselenggara secara transparan dan akuntabel. Bila dilaksanakan, besar kemungkinan tes CPNS akan dilaksanakan secara bergelombang. "Sangat kecil kemungkinan terjadi kecurangan. Daerah hanya fasilitas saja. Pengawas, pembuat soal dan pengelola selver, semua dari pusat. Selain itu, dengan sistem Cat, tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk mengetahui hasilnya. Setelah selesai tes, beberapa menit kemudian sudah keluar nilainya," tambah Tarmizi.

Di bagian lain lain ia mengkoreksi terkait informasi yang berkembang menyebut kuota CPNS Pemda Provinsi tahun ini 180 orang. Berdasarkan berkas yang diberikan MenPAN dan RB, totalnya 144 orang, dari usulan 206. Terdiri dari tenaga fungsional umum seperti kesehatan, dan tenaga fungsional tertentu.

"Saya sudah mendapat izin dari Pak Gubernur untuk membukanya (surat berkas kuota CPNS,red). Ternyata kuota 144. Itu masih global. Nanti paling lama akhir bulan ini kami akan menyampaikan formasi berdasarkan skala priroritas ke MenPAN-RB lagi. Kalau sudah, nanti akan terbit protab dan jadwal pelaksanaan," terang Tarmizi.

Ada juga tenaga kesehatan, diantaranya dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis bedah, dokter spesialis anak, dokter spesialis mata, dokter spesialis paru dan dokter speasialis syarar. Di keperawatan diantaranya perawat, perawat ggi, perawat tekniker gigi dan bidang. Serta kefarmasian seperti apoteker, asisten apoteker dan analis apoteker. Adapula dokter umum dan psikiater.

"Skala prioritas formasi yang disampaikan nanti, tidak boleh keluar dari koridor yang ada. Atau yang pernah disampaikan dulu," tutup Tarmizi.(ble)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hingga Lebaran, PMI Pastikan Stok Darah Aman

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler