Jangan Mendramatisasi Isu Reshuffle, Biarkan Jokowi yang Memilih

Senin, 19 April 2021 – 02:50 WIB
Ferdinand Hutahaean dalam program NGOMPOL (Ngomongin Politik) JPNN.com. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean menyindir pihak-pihak yang mendramatisasi isu reshuffle kabinet yang belakangan makin santer.

Sebab, dia melihat ada pihak yang bertingkah aneh pascamunculnya kabar perombakan Kabinet Indonesia Maju.

BACA JUGA: Isu Reshuffle Kabinet Berembus, Bu Risma: Aku Enggak Tahu

"Banyak yang lucu-lucu. Ada yang mau tetapi pura-pura nolak, padahal ditawari pun tidak. Namun bikin statement seolah akan menolak, padahal caper agar diajak," ucap Ferdinand Hutahaean kepada JPNN.com, Minggu (18/4).

Pernyataan bernada sindiran itu disampaikan eks politikus Partai Demokrat tersebut merespons manuver sejumlah pihak di luar kabinet maupun di internal pemerintah menyikapi isu reshuffle.

BACA JUGA: IR Ditangkap Polisi, SL dan MF Dipancing dengan Uang Rp 10 juta

Namun, Ferdinand tidak menyebut secara spesifik siapa pihak-pihak yang dia lihat mendramatisasi isu reshuffle kali ini.

"Yang di dalam banyak yang caper (cari perhatian, red) supaya tak diganti, padahal reshuffle kali ini biasa saja, tak banyak," ujar Ferdinand.

BACA JUGA: Jozeph Mengaku Nabi ke-26, Bareskrim Polri Gerak Cepat, Ini Penjelasan Komjen Agus

Pria yang pernah memimpin Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) itu menyebut kemungkinan reshuffle kali ini hanya untuk melengkapi perubahan nomenklatur beberapa kementerian saja.

"Terutama karena perubahan nomenklatur kementerian investasi dan kementerian ristek. Tetapi asumsi di luar sudah berserakan terutama dari pihak yang pengen diajak," ucap Ferdinand.

Oleh karena itu dia meminta kepada siapa pun yang ngebet pengin masuk kabinet untuk tidak mendramatisasi isu reshuffle.

"Saran saya tak usah bermain dramalah bagi yang pengin jadi menteri dengan pura-pura tidak mau atau pura-pura bicara koalisi dengan rakyat. Reshuffle ini wilayah private presiden, biarkan presiden memilih pembantunya," pungkas Ferdinand. (fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler