Jangan Remehkan Kegiatan Menulis

Minggu, 01 Februari 2015 – 15:09 WIB
Klub menulis Sinergia Surabaya ketika melakukan kunjungan di perpustakaan kota Balai Pemuda Sabtu (31/1). Foto: Angger Bondan/Jawa Pos

jpnn.com - MENULIS merupakan kegiatan yang menyehatkan jiwa. Setidaknya, itulah keyakinan sekelompok remaja yang tergabung dalam klub menulis Sinergia Surabaya.

Sabtu (31/1) mereka berkunjung ke perpustakaan kota di Balai Pemuda. Di sana mereka melihat buku-buku menarik, lalu menuangkan apa yang mereka tangkap dalam sebuah tulisan.

BACA JUGA: Khasiat di Balik Bau Petai yang Menyengat

’’Jangan remehkan kegiatan menulis,’’ jelas Amelia Hirawan, juru bicara klub.

Menurut Amalia, kegiatan menulis bisa menjadi terapi bagi anak-anak. Ketika anak-anak menuangkan semua yang dipikirkan dan dirasakan ke dalam sebuah tulisan, beban pikiran bisa berkurang.

BACA JUGA: Booming Nail Art Ada Lampion dan Kipas di Kuku

’’Menulis itu bisa menjadi terapi, bahkan untuk mereka yang berkebutuhan khusus,’’ ungkapnya.

Perempuan yang juga seorang psikolog itu bercerita bahwa anggota klub menulisnya sekarang mempunyai anggota seorang anak berkebutuhan khusus. Anak autis tersebut bisa menunjukkan kemampuannya dengan baik saat diminta menulis. Apa saja bisa ditulis.

BACA JUGA: Mengolah Ketan Hitam Menjadi Onde Onde

Bahkan, Amalia menyebut coret-coret berupa gambar atau menulis sesuatu yang tidak terstruktur menjadi bagian dari kegiatan menulis. ’’Coretan seorang anak dalam bentuk gambar, atau entah apa pun itu, merupakan sebuah tulisan, ungkapan dari dirinya,’’ kata Amelia.

Amelia menyarankan orang tua yang mempunyai anak berkebutuhan khusus untuk selalu mengajarkan menulis sejak dini.

Dia menambahkan, ketika anak susah berbicara atau memendam sesuatu dan saat itu sudah terbiasa menulis, tekanan emosi anak tersebut akan tercurahkan pada tulisannya. ’’Efeknya, anak tersebut jauh dari kata stres dan depresi,’’ paparnya.

Brigitte Cicilya, 14, yang hampir enam bulan mengikuti klub tersebut mengungkapkan bahwa dirinya menjadi lebih percaya diri dan tidak mudah marah karena sering menulis. ’’Ketika aku marah, aku tuangkan ke dalam tulisan. Jadi, enggak emosi lagi,’’ jelasnya.

Gadis yang sudah membuat satu buku berjudul The Beast Boy sejak bergabung di klub tersebut menambahkan bahwa manfaat belajar menulis itu sangat banyak.

’’Mungkin orang bilang kutu buku nulis terus. Tapi, yang pasti, dengan menulis, kita bisa memahami diri kita seperti apa, lalu otomatis bisa memahami orang lain,’’ kata Cicil bijak. (rid/c6/ayi)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mengolah Ketan Hitam Menjadi Bubur


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler