Jangan Sepelekan Yusril, Bisa Jadi Lawan Tanding Jokowi dan Prabowo

Rabu, 02 Agustus 2017 – 16:19 WIB
Yusril Ihza Mahendra. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Al Ahzar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin memprediksi, pemilihan presiden 2019 bakal diikuti tiga pasangan calon atau maksimal empat pasangan calon.

Hal ini jika melihat syarat ambang batas pencalonan presiden yang ditetapkan dalam UUU Pemilu yakni 20-25 persen.

BACA JUGA: Prabowo Gandeng AHY di Pilpres 2019? Ah, Berat...Sejarah Membuktikan

Dengan syarat tersebut, maka terbuka peluang muncul tokoh lain yang bakal maju menjadi pesaing Joko Widodo dan Prabowo Subianto‎, yang sudah disebut-sebut bakal kembali maju di Pilpres 2019 mendatang.

"Tokoh yang paling memungkinkan saat ini menjadi pesaing Jokowi dan Prabowo, saya kira Bang Yusril Ihza Mahendra," ujar Ujang kepada JPNN, Rabu (2/8).

BACA JUGA: Menurut Boni, Isu-isu Ini Sengaja Ditebar untuk Menyerang Jokowi

Menurut Ujang, ada beberapa alasan yang mendasari pandangannya. Antara lain dari segi popularitas, Yusril belakangan terus melejit atas sikapnya membela Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah dibubarkan pemerintah.

Selain itu, Yusril juga siap menjembatani rekonsiliasi antara pemerintah dengan sejumlah ulama yang tersangkut masalah hukum sejak Pilkada DKI 2017 lalu.

BACA JUGA: Komunikasi SBY-Prabowo akan Berlanjut Hingga Pilpres

"Saya kira sikap beliau itu cukup menarik simpati masyarakat, terutama dari kalangan umat muslim. Apalagi beliau merupakan Ketua Umum Partai Bulan Bintang yang dengan tegas menyatakan partai Islam. Tidak seperti partai lain yang masih malu-malu mengakuinya," ucap Ujang.

Dari segi pengalaman, pakar hukum tata negara tersebut kata Ujang, juga sangat mumpuni. Terbukti, sejak masa pemerintahan Presiden Gus Dur, Megawati Soekarnoputri, hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selalu mendapat peran strategis di pemerintahan.

"Dari fakta-fakta yang ada, saya kira Yusril bisa jadi kuda hitam nantinya. Sekarang kan baru dua nama yang disebut-sebut. Yaitu Jokowi dan Prabowo," katanya.

Meski demikian, Direktur Eksekutif Indonesia Politikan Review (IPR) ini menilai, ada satu tantangan berat bagi Yusril jika ingin maju. Yaitu terkait dukungan, karena jika mengacu pada PT 20-25 persen, tidak mungkin mengandalkan Partai Bulan Bintang (PBB). Harus ada koalisi yang mengusungnya.

"Nah sekarang pertanyaannya apakah partai-partai yang basis utamanya umat Islam mau mengusung Yusril. Ini menjadi tantangan terberat yang perlu dijawab," pungkas Ujang. (gir/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ani Yudhoyono Tidak Bersedia Jadi Cawapres 2019, Nih Pertimbangannya


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler