Jangan Terkejut dengan Prediksi Angka Mudik Tahun Ini, Jokowi Sampai Keluarkan Perintah

Rabu, 06 April 2022 – 17:48 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy bicara soal mudik Lebaran pascamengikuti rapat dengan Presiden Jokowi. Ilustrasi Foto: Humas Kemenko PMK

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah memprediksi angka mudik pada Idulfitri ini mencapai 86 juta orang. Angka itu merupakan hasil riset Kementerian Perhubungan (Kemenhub) setelah Presiden Joko Widodo memutuskan masyarakat diperbolehkan mudik pada tahun ini.

"Berdasarkan proyeksi atau prediksi dari hasil survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan angka yang akan melaksanakan mudik itu berkisar antara 76-86 juta warga Indonesia yang akan melaksanakan mudik Idulfitri setelah dua tahun absen tidak ada mudik," ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy sesuai mengikuti rapat terbatas (ratas) persiapan Idulfitri 1443 Hijriah yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (6/4).

BACA JUGA: Jokowi Harusnya Tegas Menolak, Bukan Hanya Melarang Menteri Bicara Penundaan Pemilu

Menurut Muhadjir, Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya untuk menyiapkan pelaksanaan mudik ini dengan matang, terutama mengingat tingginya animo masyarakat yang akan mudik.

"Beliau telah berpesan agar disiapkan dengan matang oleh seluruh kementerian dan lembaga terkait," kata dia.

BACA JUGA: Jokowi Melarang Menteri Bicara Penundaan Pemilu, Fadli Zon Bereaksi Tegas 

Presiden Jokowi mendorong pelaksanaan perjalanan mudik tahun ini diatur secara tepat dan ketat sehingga tidak menimbulkan risiko yang tidak perlu.

Presiden Jokowi, lanjut Muhadjir, ingin masyarakat bisa mudik dengan selamat sampai tujuan.

BACA JUGA: Jokowi Melarang Menterinya Bicara Isu Penundaan Pemilu, Mardani: Lucu

Salah satu poin yang ditekankan oleh Presiden Jokowi adalah agar angka kasus Covid-19 saat ini bisa dipertahankan atau bahkan bisa lebih rendah selepas Lebaran nanti.

Untuk itu, Jokowi memberikan arahan agar pelaksanaan vaksinasi, terutama untuk dosis kedua dan dosis penguat atau booster, dilaksanakan dengan sungguh-sungguh terutama oleh masyarakat yang akan mudik.

Menurut Menko PMK, berdasarkan hasil uji lapangan, vaksin penguat merupakan faktor penentu untuk menekan angka kasus maupun angka kematian akibat Covid-19.

"Karena kalau orang sudah booster atau disuntik vaksin yang ketiga itu tingkat ketangguhan imunitasnya beberapa kali lipat dibandingkan yang belum mengikuti booster," imbuhnya. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi Marah Lagi di Depan Luhut hingga Erick, Masalah Minyak Goreng dan BBM Kenapa Ditutupi


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler