Jasindo Bersama Konsorsium Asuransi Proteksi Aset dan Konstruksi SKK Migas-KKKS

Kamis, 15 Juli 2021 – 15:59 WIB
Asuransi Jasindo (logo). Foto dok Jasindo

jpnn.com, JAKARTA - SKK Migas menargetkan produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari (bopd) dan 12 BSCFD gas pada 2030.

Menurut Direktur Bisnis Strategis PT Asuransi Jasa Indonesia (Asuransi Jasindo) Syah Amondaris, target SKK Migas tersebut harus didukung oleh semua pihak, termasuk perusahaan asuransi.

BACA JUGA: Tingkatkan Pemahaman Literasi Keuangan, Asuransi Jasindo Sasar UMKM

“Melalui dukungan perusahaan asuransi, rasa kekhawatiran KKKS terhadap kegiatan operasional mereka menjadi hilang. Diharapkan KKKS dapat melakukan kegiatan dengan optimal sehingga target yang diberikan tercapai,” ujar Aris dalam Webinar Ruang Eergi bertema Arah Baru Industri Migas Peran Asuransi dalam Menunjang Kegiatan Hulu Migas, Rabu (14/7).

Konsorsium asuransi SKK Migas-KKKS berfungsi sebagai mitigasi risiko terkait aset industri, sumur, dan aset LNG dan proyek konstruksi.

BACA JUGA: Vanessa Angel: Kami Sudah Sampai Airport, eh Enggak Bisa Terbang

Konsorsium asuransi aset industri, sumur dan aset LNG SKK Migas-KKKS terdiri dari tujuh perusahaan nasional dan Asuransi Jasindo sebagai leader.

Enam perusahaan asuransi lain yaitu PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, PT Asuransi Kredit Indonesia, PT Auransi Wahana Tata, PT Asuransi Astra Buana, PT Asuransi Central Asia, dan PT Asuransi Jasaraharja Putera.

BACA JUGA: Ajukan Barang Kebutuhan Usaha Makin Mudah dengan Parade Order di Ralali.com

Asuransi aset industri dan sumur SKKMIGAS-KKKS/TAC/JOB memberikan proteksi terhadap 128 blok migas yang dioperasikan perusahaan minyak di Indonesia. Periode pertanggungan kali ini berlangsung selama dua tahun dimulai 1 Juni 2021 sampai dengan 31 Mei 2023.

Jaminan polis tersebut meliputi aset yang berada di darat dan lepas pantai, rangka kapal sekaligus mesin-mesin di dalamnya, pengendalian sumur, pemboran ulang, serta pembersihan pencemaran akibat sumur.  

Untuk konsorsium asuransi proyek konstruksi SKK Migas-KKKS dipimpin pula oleh Asuransi Jasindo dan terdiri dari delapan perusahaan asuransi nasional.

Anggotanya untuk periode 2020-2022 yakni PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, PT Asuransi Wahana Tata, PT Asuransi Kredit Indonesia, PT Asuransi Astra Buana, PT Asuransi Central Asia, PT Asuransi Jasaraharja Putera, dan PT BRI Asuransi Indonesia.

Sejak periode 2010 hingga kini, konsorsium telah melakukan penutupan asuransi proyek konstruksi SKK Migas-KKKS sebanyak 48 unit yang terdiri dari 34 offshore dan 14 di onshore.

Sejak 2010-2021, konsorsium telah melakukan pembayaran klaim sebanyak 121 untuk asuransi aset dan konstruksi.

Aris merincikan klaim asuransi aset terbesar mencapai 97 senilai USD323 juta dan klaim asuransi konstruksi mencapai 24 senilai USD200 juta sehingga total mencapai USD523 juta.

Hal tersebut dilakukan karena pihaknya menyadari kelancaran pembayaran klaim merupakan salah satu yang dapat memuaskan nasabah.

“Angka itu bukanlah jumlah yang kecil. Di sinilah kami konsorsium asuransi berperan. Bisa dibayangkan jika proyek itu tidak ditanggung asuransi berapa besar cost yang harus ditanggung negara? Inilah sinergi yang bagus antara perusahaan asuransi dengan SKK Migas-KKKS,” sebutnya.

Di sisi lain, konsorsium asuransi selalu mengutamakan mitigasi risiko melalui engineering survey programme.

Ada tiga survei yang dilakukan yaitu survei risiko untuk mengevaluasi profil risiko dari operasional KKKS, survei valuasi untuk memperoeh nilai pertanggungan yang memadai, dan survei pengeboran untuk mengevaluasi profil risiko dari aktivitas pemboran.

Total survei yang dilakukan pihaknya selama 2012-2021 sebanyak 313. Dari total tersebut, survei risiko yang terbanyak dilakukan mencapai 145, survei valuasi 127, dan survei pengeboran 41.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler