Jatim Minta Dana Rp 1,8 Triliun untuk Tanggulangi Banjir

Senin, 11 Februari 2019 – 16:42 WIB
Banjir luapan sungai. Foto: JPG/Pojokpitu

jpnn.com, SURABAYA - Ada beberapa usulan yang akan Pemprov Jatim sampaikan kepada pemerintah pusat untuk penanggulangan banjir di beberapa lokasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (Dinas PU-SDA) Jatim Abduh M. Mattalitti menyatakan, pemeliharaan sungai dan tanggul terus dilakukan secara kontinu. Yang terbaru, tiga pintu air Plangwot-Sedayu Lawas di Lamongan akan dijadikan lima pintu.

BACA JUGA: Waspada, Sungai di Jatim Rawan Meluap

Selain itu, pihaknya akan mengusulkan penanggulangan tanggul Kali Welang, Pasuruan. "Sudah ada studinya, tapi tidak ada dananya," ujarnya.

Kawasan tersebut masih menjadi lang­ganan banjir. Untuk menanggulangi hal itu, pihaknya mengajukan dana Rp 400 miliar ke pemerintah pusat.

BACA JUGA: 30 Perahu Patroli ke Desa - Desa Rawan Banjir

Kali Tanggul di Jember juga menjadi perhatiannya. Studi penanggulangan banjir di lokasi tersebut telah dilakukan.

Yakni, pelimpah arus atau shortcut dari satu arah dibuat dua arah. Dengan demikian, air bisa cepat mengalir ke muara. Alokasi anggaran yang dibutuhkan juga mencapai Rp 400 miliar.

BACA JUGA: Satu dari Tiga Korban Banjir Bandang Dairi Ditemukan di Aceh

"Kami berharap bisa terealisasi karena itu kebutuhan masyarakat," jelasnya.

Tahun ini penanggulangan banjir terus diupayakan. Di antaranya, Kali Kemuning di Sampang, Madura. Kali tersebut diproteksi beton.

Abduh menyebutkan, total dana untuk penanganan banjir di Kali Kemuning di Sampang mencapai Rp 1 triliun.

Sebab, dibutuhkan pembuatan sudetan sepanjang 7 km agar penanganan banjir optimal. "Itu membutuhkan pembebasan lahan," tuturnya.

Terkait dengan hal tersebut, imbuh dia, pemerintah Kabupaten Sampang diharapkan turut membantu. Yakni, dalam hal pembebasan lahan.

Selanjutnya, pemerintah pusat melakukan konstruksinya. "Namun, hingga kini belum. Kami mengajak pihak terkait di Kabupaten Sampang untuk melakukan pembebasan lahan," katanya.

Alokasi dana pembebasan lahan tersebut mencapai Rp 300 miliar-Rp 400 miliar. Jumlah itu belum termasuk sudetan.

Penanganan banjir di kawasan Kali Kemuning memang mendapat perhatian dari Gubernur Jatim Soekarwo. Dalam sertijab bupati Sampang akhir Januari lalu, Pakde Karwo kembali mengingatkan agar pembebasan lahan segera dilakukan. Ditargetkan, pada 2020 tahap itu sudah tuntas.

Di kawasan tersebut, pada kondisi banjir, air akan surut dalam lima hari. Namun, dengan bantuan pompa, air bisa surut lebih cepat. "Kalau tidak ingin banjir, kawasan itu butuh sudetan," jelasnya. (puj/c5/agm/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tolong, Banjir Bandang Hancurkan Lima Jembatan di Sini


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler