Jatuh dari Motor, Penunggang Vixion Nyaris Dilindas Angkot

Minggu, 02 November 2014 – 04:11 WIB

jpnn.com - BALIKPAPAN - Kecelakaan yang melibatkan angkutan kota (angkot) dan sebuah sepeda motor terjadi di turunan Jalan Pattimura, RT 50, Kelurahan Batu Ampar, kemarin (1/11). Sepeda motor yang sempat tertindis angkot itu tak mengakibatkan korban jiwa.

Berdasarkan penuturan Danang, warga yang tinggal di sekitar lokasi kecelakaan, kejadian bermula ketika seorang pengendara motor Yamaha Vixion mencoba mendahului angkot nomor 2A dengan kecepatan tinggi. Keduanya sama-sama dari arah Terminal Batu Ampar menuju Jalan Indrakila. Namun, ada mobil dari arah berlawanan membuat pengendara motor kaget dan lantas terjatuh.

BACA JUGA: Dhani Nekat Curi Motor untuk Cari Pekerjaan

Refleks, Salami (34) banting setir ke kiri supaya tak melindas pengendara yang terjatuh. Namun malang, angkot yang ia kemudikan justru menghantam Saharudin (39), warga Gunung Guntur yang mengendarai Honda Supra X 125 dan terseret hingga menabrak pohon. Saharudin terpental dan masuk parit.

Ia mengalami memar di pinggang, betis, dan tergores di bagian telinga. Sementara motor berada di bawah roda depan angkot. Kaca depan angkot pecah. Posisi angkot terjepit di antara pohon dan tiang milik Telkom.
Seorang penumpang yang duduk di kursi depan segera dilarikan ke RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo karena terkena pecahan kaca. Sementara pengendara Yamaha Vixion yang terjatuh langsung melarikan diri.

BACA JUGA: Foto Porno Siswi SMK di Wonosari Beredar via Media Sosial

"Mimpi apa saya semalam? Saya tadi cuma lewat saja mau pulang, tiba-tiba ditabrak. Tapi susah juga mau minta tanggung jawab, sopir selalu pasrah. Makanya ini saya menunggu yang punya angkot saja. Ini SIM sopirnya juga jelas pendatang. Pakai SIM A lagi, bukan SIM umum," kata Saharudin menunjukkan SIM milik Salami yang ia bawa.

Dalam SIM tersebut tertulis Salami merupakan warga Salamatara, Desa Kareloe, Kecamatan Bontoramba, Jeneponto.

BACA JUGA: Siswa Keluhkan Debu Proyek Buto Wereng

Salami enggan berbicara banyak. Ia lalu lalang sambil memegang ponsel mencoba terus menghubungi bosnya. Kejadian ini juga membuat arus lalu lintas sedikit tersendat. Masyarakat yang lewat mengurangi kecepatan untuk sekadar melihat kejadian.

Ketua RT 50 Rahman yang hadir di lokasi kejadian membenarkan kronologi kejadian tersebut.

"Memang di sini rawan kecelakaan. Karena ini turunan dan langsung tikungan tajam. Hari-hari sering kecelakaan di sini. Entah jatuh sendiri, entah tabrakan. Makanya kami minta tambahan rambu di sini," pungkasnya.(*/rsh/rom/k14)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dinkes Pantau Penyebaran HIV/AIDS di Pasar Ciawi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler