Jefri Nichol Soroti Dampak Lingkungan Akibat UU Cipta Kerja

Sabtu, 10 Oktober 2020 – 20:14 WIB
Twit Jefri Nichol. Foto: Twitter/jefrinichol

jpnn.com - Aktor Jefri Nichol memberi komentar soal kejanggalan Omnibus Law atau UU Cipta Kerja.

Salah satu hal yang disoroti Jefri Nichol adalah kewajiban untuk mempertahankan minimal 30 persen kawasan hutan dalam Pasal 18 UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan yang dicoret dalam Omnibus Law.

BACA JUGA: Jefri Nichol Batasi Berinteraksi dengan Penggemar?

Lewat akun miliknya di Twitter, cowok 21 tahun itu me-retweet pernyataan GreenpeaceID yang berbunyi 'Kewajiban luasan kawasan hutan 30% hilang dalam UU Omnibus Law Cilaka. Seperti apa masa depan hutan Indonesia nanti? Mau dijadikan mebel dan kebun sawit semuakah Pak @jokowi ?'.

Jefri Nichol lantas menyampaikan sindiran untuk DPR yang telah mengesahkan UU Cipta Kerja.

BACA JUGA: Seperti Ini Lika-liku Perjalanan Jefri Nichol Sepanjang 2019

"'Oke bapak ibu sekalian, karena kawasan hutan di pulau Jawa sudah kurang dari 30 persen, kenapa tidak kita hilangkan saja semua hutannya sekalian?' Mungkin waktu DPR rapat, obrolannya gini kali ya?," tulis Jefri Nichol, Sabtu (10/10).

Pemain film Dear Nathan itu menyoroti sikap pemangku kebijakan yang tidak memperhatikan dampak lingkungan.

BACA JUGA: Jefri Nichol Ungkap Penyesalan Terbesar dalam Hidupnya

Oleh sebab itu Jefri Nichol menyampaikan protes terhadap UU Cipta Kerja.

"Bukannya bikin inisiatif nambahin kawasan lingkungan hidup tapi malah begini," sambung aktor berdarah Minangkabau itu.

Jefri Nichol memang aktif bersuara menolak UU Cipta Kerja.

Selain lewat akun media sosial, Jefri Nichol juga turun tangan ikut aksi demonstrasi bersama buruh, mahasiswa, dan masyarakat beberapa hari lalu. (ded/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Dedi Yondra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler