Jejak ’Penguasa’ Kawasan Hitam Kalijodo, Ada Kelompok Makassar

Sabtu, 13 Februari 2016 – 09:18 WIB
ilustrasi

jpnn.com - JAKARTA—Nama Kalijodo langsung santer terdengar sejak insiden maut di Daan Mogot. Saat itu pelaku penabrakan baru saja menghabiskan malam di Kalijodo. Apa sebenarnya Kalijodo? Untuk diketahui, ada dua kelompok besar yang menjadi ’penguasa’ di Kalijodo, yaitu kelompok Suku Mandar yang dipimpin Yusman Nur, dan Daeng Aziz yang memimpin kelompok Makassar.

Namun Yusman sendiri sudah meninggalkan daerah hitam itu sejak 2002 silam saat bentrokan antardua kelompok besar yang terjadi di sana. Posisi ’dedengkot’ Kalijodo kini ada di tangan Daeng Aziz dengan kelompok pemuda Makassarnya.

BACA JUGA: NasDem Dukung Ahok, Begini Reaksi Haji Lulung

Bahkan tulisan tentang Kalijodo pernah dituangkan khusus oleh Kombespol Krishna Murti, Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, saat menjabat sebagai Kapolsek Metro Penjaringan pada 2002 silam dengan pangkat ajun komisaris polisi.

Mengutip buku yang ditulisnya sendiri berjudul  ’Geger di Kalijodo’ yang diterbitkan pada 2004, Krishna menuturkan pengalamannya saat menangani bentrokan dua kelompok preman di sana.

BACA JUGA: PDIP, NasDem dan Hanura sudah Oke, Ahok Malah Bilang Begini

Di bukunya, Krishna menuturkan, kelompok Mandar pimpinan Yusman lebih terorganisir dibandingkan kelompok Daeng Aziz yang cenderung lebih ugal-ugalan dan hantam kromo.

”Kelompok Yusman memiliki struktur layaknya sebagai organisasi lengkap dengan ’pasukan tentara’ dan ’panglima perangnya’. Para anak buah Yusman ini mendapat sebutan kelompok Anak Macan,” terang Krishna.

BACA JUGA: Wali Kota Jakbar Siap Gusur Lokalisasi Kalijodo

 Namun kelompok  ’Anak Macan’ ini tak langsung di bawah komando Yusman. Pucuk pimpinannya adalah Arkan Malik yang juga anak buah Yusman.  Untuk menghidupi ratusan anak buahnya, Yusman menjalankan bisnis rumah judinya dan berbagai bisnis illegal lainnya.

 ”Yusman yang terbesar di Kalijodo, bukan Daeng Aziz,” lontar Krishna yang mengaku pernah ditodong pistol kepalanya oleh Daeng Aziz. Daeng Aziz sendiri diketahui berasal dari Bugis yang saat ini berusia 60-an tahun. Aziz pennah dipenjara karena menodong Krishna 2002 lalu. 

 Yusman dan Aziz pertama kali menginjakkan kakinya di Kalijodo pada 1965 silam. Kini keberanian Gubernur Ahok benar-benar diuji apakah mampu membereskan masalah Kalijodo ini ? Mari kita tunggu waktunya. (ind/flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tak Diundang Gerindra, Ahok: Kan Udah Talak 12


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler