Jelang 1 Abad NU, Anwar Ibrahim Sampaikan Ucapan Selamat Harlah

Jumat, 28 Januari 2022 – 15:40 WIB
Ketua kubu oposisi parlemen Malaysia, Anwar Ibrahim. Foto: Reuters

jpnn.com, JAKARTA - Pemimpin Oposisi Malaysia, Anwar Ibrahim memberi ucapan selamat jelang perayaan hari lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-96, yang jatuh pada 31 Januari 2022 mendatang.

Anwar mengatakan banyak sekali sumbangsih dan inspirasi yang sudah diberikan NU kepada umat Islam di Indonesia dan di seluruh dunia. 

BACA JUGA: Meledek Vicky Prasetyo, Deddy Corbuzier: Mantan Suaminya Mantan Istriku, Kena Azab Di-blacklist KUA

“Saya ingin menyampaikan ucapan selamat kepada Nahdlatul Ulama yang akan menyambut perayaan Harlah 1 Abad. Ucapan ini juga saya haturkan kepada jajaran pimpinan PBNU, Keluarga Besar NU di Indonesia dan seluruh cabang NU di seluruh dunia,” ujar Anwar dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/1).

Dia mengatakan kelahiran NU dahulu menginspirasi semangat perjuangan rakyat Malaysia dalam menentang kerakusan imperialisme dan penjajahan barat.

BACA JUGA: Potensi Pasar Asuransi Kecelakaan Tinggi, Jasindo Kembangkan Strategi Penjualan

NU, menurut Anwar, membawa wajah baru perjuangan yang sesuai dengan ajaran agama Islam dan nilai budaya leluhur ‘nusantara’.

“Kelahiran NU pada awal abad ke-20 telah meniupkan semangat juang buat kami di Malaysia yang kala itu menghadapi kerakusan penjajahan kolonial Barat. Ketimbang mengambil pendekatan keras perjuangan kemerdekaan yang berlaku di Asia Selatan, NU justru tampil dengan penuh yakin dan wibawa mendukung gagasan Islam yang ternyata lebih cocok dengan adat dan nilai budaya leluhur Nusantara,” terang dia.

BACA JUGA: Tenang, Investor Bisa Beli Token-Token Ini di Indodax Saat Market Sedang Merah

Imbas spirit perjuangan NU yang berupaya mewujudkan tatanan masyarakat yang berkeadilan dan rahmat bagi semesta alam itu, kepemimpinan di NU akhirnya seringkali hadir dalam wajah dan watak yang cenderung memberikan kedamaian.

Anwar lantas mencontohkan Kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, yang sempat menjadi sahabat karibnya dan berperan dalam kehidupan pribadi Anwar saat dalam keadaan sulit.

“Saya secara pribadi begitu terkesan dengan keikhlasan dan ukhuwwah yang terjalin sepanjang persahabatan karib saya dengan mantan Presiden Republik Indonesia, Almarhum Bapak Gus Dur. Beliau begitu prihatin terhadap nasib keluarga (saya) saat saya ditindas dan mendekam dalam tahanan,” jelas Anwar.

Terakhir, pemimpin Pakatan Harapan ini juga mengingatkan peran penting Malaysia dan Indonesia sebagai negara dengan mayoritas muslim besar di dunia.

Anwar pun berpandangan ajaran NU yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan kesederhanaan harus menjadi kekayaan berharga, yang dapat dibagikan kepada seluruh umat manusia di sepanjang masa.

“Krisis kepemimpinan dunia Islam pada saat ini meniscayakan adanya peran penting negara mayoritas muslim yang relatif stabil, seperti Malaysia dan Indonesia. Dalam konteks ini, NU menempati posisi yang amat penting, bukan saja karena jangkauannya yang mencapai ke semua benua, tetapi juga karena kekuatannya yang masih berakar pada tradisi dan penekanan Turath al-Islami,” tutur Anwar.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler