Jelang Hadapi MU, Hartono akui Sriwijaya FC Kurang Garang Musim Ini

Sabtu, 27 Mei 2017 – 16:28 WIB
Para pemain Sriwijaya FC saat jalani sesi latihan. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com, PALEMBANG - Sriwijaya FC akan menjamu Madura United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang malam ini.

Memasuki pekan kedelapan Liga 1, tantangan tim berjuluk Laskar Wong Kito semakin berat.

BACA JUGA: Marquee Player Borneo FC Ini Dipastikan Absen Tiga Laga

Selain lawan yang tengah dalam peforma bagus, tim asuhan Osvaldo Lessa itu memiliki masalah dalam agresivitas.

Sampai pekan ketujuh, Sriwijiya tercatat sebagai tim dengan agresifitas rendah. Mereka hanya membuat 36 tembakan.

BACA JUGA: Tanpa Dua Pilar Andalannya, Persela Tetap Percaya Diri Hadapi PS TNI

Sebanyak 16 dari jumlah itu berhasil tepat sasaran dan separo di antaranya berbuah gol. Torehan ini pun membuat mereka berada di peringkat 15 dari 18 klub untuk persoalan ini.

Padahal, Yoo Hyun-koo dkk memiliki pola permainan agresif pada formasi 4-3-3. Selain itu, mereka juga banyak memiliki materi pemain bernaluri menyerang. Posisi striker, gelandang serang, dan winger total terdapat 11 pemain. Sementara pemain bernaluri bertahan terdapat 18, itu sudah termasuk empat kiper.

BACA JUGA: Pakai Pola 4-3-3, Agresivitas Sriwijaya FC Mulai Dipertanyakan

Melihat catatan itu, pihak Sriwijaya FC angkat bicara. Asisten Pelatih Hartono Ruslan berpendapat terdapat banyak faktor yang membuat timnya musim ini kurang garang.

“Salah satunya karena kami terlalu bergantung pada Beto (Alberto Goncalves, Red),” ujar Hartono kepada Jawa Pos Jumat (26/5).

Ketergantungan pada Beto memang sangat terlihat. Dari delapan gol yang dibuat oleh Sriwijaya, tiga di antaranya dicetak striker asal Brasil itu. Beto melakukan tembakan yang cukup efektif.

Sebab, dia hanya sembilan kali melakukan tembakan. Itu artinya, rata-rata dia akan mencetak gol setiap tiga kali melakukan tembakan.

Pada penggawa lain, lanjut Hartono, gelandang serang Tijani Belaid kurang memberi dukungan untuk menekan pertahanan lawan.

Selama ini, posisi pemain bernomor punggung 75 itu menempatkan diri terlalu jauh dari Hilton Moreira sebagai target man. Situasi ini membuat keduanya sulit melepas tembakan. Padahal, mereka memiliki akurasi yang tembakan yang bagus.

Sementara itu, di posisi winger diisi pemain muda butuh jam terbang. Mereka adalah Slamet Budiono dan Maldini Pali. Menurut Hartono, keduanya masih belum terbiasa menusuk kemudian dan memberikan ancaman.

“Selama latihan, kami juga kurang porsi dalam merancang skema melepaskan tembakan dari second line. Ini tentu jadi evaluasi kami ke depannya,” ungkapnya.

Selain itu, Sriwijaya juga terancam akan kehilangan penjaga gawang andalannya Teja Paku Alam. Kiper 23 tahun itu masih mengalami cedera akibat berbenturan dengan Reinaldo Elias kala timnya bertarung dengan PSM Makassar (21/5). Belum bisa dipastikan apakah Teja bakal bisa diturunkan.

Pihak jajaran pelatih pun telah menyiapkan deputi kiper M. Sandy Firmansyah untuk mengawal gawang mereka malam ini.

Dengan kondisi demikian, nampaknya Sriwijaya FC tidak modal yang cukup untuk bisa mendapat poin di kandang kali ini. Bagaimana tidak, Madura United tercatat sebagai klub paling agresif kelima setelah Persipura, Bhayangkara, PS TNI, dan Persija.

Peter Odemwingie dkk telah menciptakan 67 tembakan dengan 32 di antaranya on target. Selain itu, bersama PS TNI dan Mitra Kukar, Laskar Sappe Kerrap -julukan Madura United- telah mengoleksi 11 gol. Itu adalah torehan terbanyak di antara kontestan lainnya. Namun, Madura United bukannya tidak memiliki masalah.

Sejauh ini, klub asuhan Gomes de Olivera itu memiliki rekor buruk kala berjumpa dengan Sriwijaya. Dua kali mereka bersua di ISC A musim lalu, dua kali pula Madura United dipecundangi. Pertemuan pertama berakhir dengan menyakitkan.

Sriwijaya sukses membantai 5-0 di Palembang (15/5). Ketika berlaga di Bangkalan (14/9), Madura juga kembali menelan pil pahit lantaran takluk 2-5. Itu artinya sudah 10 gol yang disarangkan Sriwijaya ke gawang Madura.

Melihat hal itu, Gomes mengaku sudah menyiapkan rencana khusus. Pelatih asal Brasil itu sangat ingin sekali menghentikan raihan buruk itu. “Kami datang dengan komposisi sebagian besar berbeda dengan tahun lalu. Ada perbedaan cara main dan harus selalu lebih baik,” kata juru taktik 54 tahun itu.

Apalagi, lini depan mereka yang dihuni oleh Peter Odemwingie, Greg Nwokolo, dan Saldy tengah on fire. Di tambah dengan Bayu Gatra, mereka telah membantai PS TNI di Stadion Gelora Bangkalan Jumat (19/5) lalu. Total, mereka telah memberi kontribusi tujuh gol dan enam asisst.

“Di tiga pertandingan terakhir, mereka (lini serang) mungkin banyak membuang peluang. Namun, mereka terus berlatih dengan baik sebelum ke sini,” tutur Gomes. (dit)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Abdul Aziz sudah tak Sabar Kembali ke Klub Asalnya


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler