Jelang Iduladha, Ada Berita Duka dari Bengkulu

Kamis, 30 Juli 2020 – 18:58 WIB
Ilustrasi - Pasien Covid-19 meninggal. Foto: Antara/Rahmad/pras/20

jpnn.com, BENGKULU - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bengkulu melaporkan dua orang pasien positif terpapar virus corona meninggal dunia.

Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bengkulu Jaduliwan di Bengkulu Kamis mengatakan kedua pasien meninggal dunia tersebut yakni kasus nomor 210 dari Kabupaten Seluma dan kasus nomor 214 dari Kota Bengkulu.

BACA JUGA: Ngeri, Setiap Satu Menit Satu Orang Meninggal karena COVID-19

Ia memastikan proses pemulasaran hingga pemakaman kedua jenazah yang merupakan kasus konfirmasi positif COVID-19 itu dilakukan sesuai dengan protokol pencegahan penularan virus corona jenis baru.

"Hari ini kami laporkan ada tambahan dua kasus positif yang meninggal dunia yaitu kasus 210 dan 214 sehingga total kasus positif yang meninggal dunia sebanyak 18 orang," kata Jaduliwan dalam konferensi pers secara daring.

BACA JUGA: Sadis, Pasutri Dibantai Rekan Bisnis, Istri Hamil 8 Bulan, Mayatnya Diseret-seret Pelaku

Untuk diketahui, kasus nomor 210 diumumkan terkonfirmasi positif COVID-19 pada Selasa (28/7), sedangkan kasus nomor 214 baru diumumkan positif COVID-19 pada Kamis (30/7).

Kasus nomor 210 tersebut merupakan perempuan berusia 38 tahun yang berprofesi sebagai bidan di salah satu Puskesmas di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu.

BACA JUGA: Sebegini Komisi yang Didapat Muncikari Artis Vernita Syabilla, Lumayanlah

Sebelum meninggal ia sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu karena mengalami sesak nafas dan sakit kepala.

Sedangkan kasus nomor 214 merupakan laki-laki berusia 65 tahun, alamat Kota Bengkulu dan mengalami batuk, sesak nafas, sakit kepala dan lemas.

"Kami sampaikan juga hingga saat ini total kumulatif kasus positif mencapai 214 kasus dengan rincian 118 orang sembuh, 18 orang meninggal, 21 orang sedang menjalani perawatan dan 57 orang masih melakukan isolasi mandiri," kata Jaduliwan. (antara/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler