Jelang Kongres, Iwan Bule Ditinggal Sendiri di Tengah 'Hutan Belantara' PSSI

Minggu, 15 Januari 2023 – 20:31 WIB
Mochamad Iriawan alias Iwan Bule. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - PSSI itu seperti 'Hutan Belantara'. Itu menjadi kalimat pertama yang didengar Mochamad Iriawan ketika hendak maju menjadi Ketua Umum PSSI periode 2019-2023.

"Dan itu benar-benar terbukti. Ya, PSSI itu memang benar-benar seperti hutan belantara," kata pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut.

BACA JUGA: Iwan Bule Pamer Prestasi Timnas Indonesia, Lantas Meminta Maaf Sebesar-besarnya

Kalimat itu pernah dilontarkan Mochamad Iriawan secara tidak sengaja dalam sebuah pertemuan. Namun, Iwan Bule tidak pernah memerinci seperti apa gambaran hutan belantara tersebut.

Sepertinya dia sungkan mengungkap apa yang dialaminya saat memimpin PSSI dan bagaimana tingkah laku orang-orang yang berada di sekelilingnya.

BACA JUGA: Pemain dan Pelatih Timnas Indonesia Sebut Iwan Bule Ketum PSSI yang Terbaik

Berbicara masalah prestasi sebagai tolok ukur keberhasilan dari sebuah cabang olahraga boleh dibilang berhasil.

PSSI di bawah kepemimpinan Iwan Bule bukan hanya membuat peringkat Indonesia meningkat pada ranking FIFA, semula 179 sebelum dia menjabat, kini berada di posisi 151 dunia, tetapi juga mampu mencatat sederet prestasi.

BACA JUGA: Pemain Timnas Puji Fasilitas yang Diberikan Ketua Umum PSSI Iwan Bule

Yakni, Tim Indonesia U16 menjadi juara Piala AFF U 16, Tim Indonesia U 20 lolos ke Piala Asia 2023 dan Timnas Senior lolos ke PIala Asia 2023 serta Timnas Putri lolos ke Piala Asia 2022.

Semua prestasi yang dicapai itu sepertinya telah terlupakan. Kini, Iwan Bule seperti sendirian berada di tengah hutan belantara.

Jelang komgres, pendampingnya selama ini sibuk mengurusi Kongres Luar Biasa (KLB) untuk menggantikan posisi Iwan Bule yang harusnya berakhir pada November 2023.

Bahkan, Iwan Bule tidak lagi punya kesempatan menuntaskan tugas terakhirnya yang sukses membawa Indonesia menjadi tuan rumah World Cup U 20 Tahun 2023 yang terhitung tinggal beberapa bulan lagi. Baik itu dari segi prestasi Timnas Indonesia maupun penyelenggaraannya.

Saat ini, persepakbolaan Indonesia tengah disibukkan dengan adanya para calon ketua Umum PSSI periode 2023-2027 pada Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang dijadwalkan 16 Februari 2023 nanti.

Mantan Ketua Umum PSSI, LaNyalla Mahmud Mattalitti yang tercatat pertama kali menyambangi Kantor PSSI di Gedung GBK Arena Senayan, Jakarta, Jumat (13/2/2023).

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) ini menyerahkan dokumen pendaftaran bakal calon Ketua Umum PSSI periode 2023-2027.

Spontan komentar LNM, panggilan akrabnya, menghiasi media elektronik, online dan media sosial.

Dari mulai keinginannya menuntaskan hutang dimana dirinya tidak bisa menuntaskan amanah 97 voter dari 107 voter PSSI pada saat terpilih menjadi Ketua Umum PSSI periode 2015-2019 akibat pembekuan yang dilakukan Menpora Imam Nahrawi hingga tekadnya membasmi mafia sepakbola di tubuh PSSI dalam upaya meningkatkan prestasi sepak bola Indonesia.

Kembalinya LaNyalla ke kancah sepakbola cukup mengejutkan karena sebelumnya nama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir sudah muncul di permukaan.

Mantan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) ini digadang-dagang bakal menggantikan posisi Mochamad Iriawan yang masa kepengurusannya semestinya baru berakhir November 2023 mendatang.

Sinyal Erick Thohir bakal menjadi orang nomor satu di sepak bola Tanah Air itu sudah terlihat saat Sekjen PSSI, Yunus Nusi dan anggota Exco PSSI, Juni A Rahman menggalang pertemuan dengan beberapa Asprov PSSI di FX Senayan Jakarta beberapa waktu lalu.

Materinya pun jelas, mereka yang hadir diarahkan untuk memilih Erick Thohir dalam KLB nanti itu diungkap pengamat sepakbola Tommy Welly ke publik melalui Youtube Gocek Bung Towel.

Bahkan, Towel, panggilan akrabnya, menyayangkan Erick Thohir yang rencananya mendaftar Minggu (15/1/2023), mau diusung rezim lama yang jelas-jelas sudah melakukan penghianatan terhadap Iwan Bule dengan melakuan manuver-manuver dalam upaya mempertahankan posisinya dalam sepakbola Indonesia.

Penghianatan yang tidak pernah diduga Iwan Bule itu benar-benar terjadi. Tak ada lagi dalam ingatan Yunus Nusi ketika mantan Kapolda Metro Jaya ini mengangkat dan membelanya saat merangkap jabatan Sekjen PSSI sekaligus Exco PSSI.

Begitu juga dengan kedekatannya dengan Iwan Budianto lenyap seketika. Tak ada lagi yang mengingat apa yang telah dilakukan Iwan Bule saat datang dengan kepolosan dan niat bersama-sama membangun prestasi sepakbola Indonesia.

Tak ada lagi kesetiaan dalam menjalankan roda organisasi dalam mengemban amanah Kongres PSSI. Semua sirna begitu saja.

Iwan Bule tidak tersesat di 'Hutan Belantara' PSSI. Namun, Iwan Bule ditinggal oleh orang-orang lingkarannya yang selama ini dipercayainya, terlebih menurut seseorang yang sangat dekat dengannya, mantan Kapolda Metro Jaya itu memiliki sifat yang tidak mudah percaya terhadap orang lain. Miris.

Meski ditinggal, mantan Kapolda Jabar itu pasti tahu jalan pulang. Dirinya pun tahu akan bagaimana ke depannya.

"Saya tidak akan pergi meninggalkan sepak bola. Saya akan selalu ada bagi persepakbolaan Nasional. Kalian harus bangkit, fokus menatap Piala Asia sebentar lagi," pesan terakhirnya kepada para punggawa Timnas Piala AFF 2022 sebelum dibubarkannya.(mcr16/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Muhammad Naufal

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler