Jelang Puasa dan Idul fitri 2018, TTIC Hadir di Aceh

Kamis, 10 Mei 2018 – 13:01 WIB
Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi. Foto: Ist

jpnn.com, BANDA ACEH - Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan bahan pangan menjelang puasa dan Idulfitri 2018  pemerintah Provinsi Aceh meresmikan Toko Tani Indonesia Center (TTIC), dan menggelar pangan pokok strategis dengan harga  murah dan berkualitas kepada masyarakat di Bandar Baru Lamprit, Banda Aceh.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi dalam sambutannya yang dibacakan Hasanudin Rumra (Kabag Evaluasi dan Pelaporan BKP)  mengatakan, peresmian TTIC di Aceh merupakan upaya sinergitas di tingkat pusat dan daerah.

BACA JUGA: Kepala BKP Kementan Sidak ke Pasar Sukaramai Pekanbaru

Itu untuk  menjaga stabilisasi harga dan pasokan sebagai bagian dalam pembangunan ketahanan pangan. 

"Kami sangat mengapresiasi diresmikannya TTIC ini. Ini menandakan pemerintah hadir dan memperhatikan masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan berkualitas dan harga terjangkau," kata Hasan.

BACA JUGA: Pemerintah Siap Menjaga Harga Pangan Tetap Stabil

Hasan mengatakan TTIC merupakan lembaga yang dibentuk untuk meningkatkan efisiensi pasokan pangan dari produsen di wilayah sentra ke TTI di wilayah konsumen. 

"TTIC juga sebagai sarana bagi gapoktan/supplier pangan pokok strategis untuk memasarkan komoditas pangan," tambah Hasan. 

BACA JUGA: Kembangkan TTIC Agar Tercipta Harga Pangan Yang Wajar

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Aceh Darmawan dalam pengarahannya mengatakan kebutuhan pangan harus tersedia hingga ke daerah-daerah terpencil.

“Selain jumlah dan cadangan pangan harus cukup, bahan pangan harus bermutu, aman, bersih dan halal serta berbasis pada potensi pangan lokal. Dengan demikian terjadinya rawan pangan dan gizi dapat diantisipasi sejak dini,” ujar Darmawan.  

Dia juga menjelaskan, dalam  RPJM Aceh 2017-2022 Kebutuhan pangan merupakan salah satu dari 15 program unggulan. 

Perhatian pemerintah Aceh bukan hanya fokus pada peningkatan produksi dan produktivitas petani saja, tapi juga menyangkut kemudahan distribusi dan penjualan agar lebih cepat dan menguntungkan bagi para pihak, petani ataupun konsumen. Program tersebut dinamakan "Aceh Troe".

"Program ini tujuan utamanya mengurangi kerawanan pangan, mengembangkan kawasan lumbung pangan serta mewujudkan ketersediaan pangan utk mencapai Program Aceh Hebat tahun 2022," ujar Darmawan.

Dalam acara yang banyak mendapat antusiasme masyarakat ini, dijual berbagai bahan pangan pokok strategis berkualitas dan terjangkau, antara lain  beras Rp. 42.500/5kg, gula 12.000/kg, daging sapi beku 105.000/kg, minyak goreng 13.000/liter, telur 1.150/butir, cabe merah 30.000/kg dan bawang merah aceh 32.000/kg.

Hadir dalam acara ini Kepala Dinas Pangan Aceh dan para Kepala Dinas Provinsi Aceh, Bulog, perwakilan BI, Gapoktan PUPM, Perwakilan TTI, Distributor Pangan Pokok dan Strategis, Asosiasi dan Masyarakat yamg memadati lokasi acara. (adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Stok Pangan Cukup, Distribusi Pangan Perlu Pengawasan


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler