Jemaah Haji Selundupkan Rokok dalam Lipatan Kain Ihram

Jumat, 20 Juli 2018 – 22:45 WIB
Ilustrasi calon jemaah haji. Foto: Radar Tarakan/JPNN

jpnn.com, SURABAYA - Tidak ada satu pun calon jemaah haji (CJH) yang sedang mengalami serangan penyakit kronis saat berada di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES).

Kondisi mereka semua sehat sehingga bisa berangkat sesuai dengan jadwal sejak pemberangkatan pertama pada Selasa lalu (17/7).

BACA JUGA: Duh Jemaah Haji Nekat Bawa Gunting dan Silet

Hal itu diungkapkan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI dr Anung Sugihantono saat berkunjung ke AHES kemarin (19/7).

Begitu tiba, Anung menuju Poliklinik Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Dia ingin melihat CJH yang dirawat.

BACA JUGA: Wah Calon Jemaah Haji Bawa Banyak Barang yang Dilarang

Hasilnya, Anung hanya menjumpai petugas. ''Ini bagus, saya tidak menemukan jemaah yang sedang diobservasi,'' tuturnya.

Dari lawatannya di dua embarkasi, Solo maupun Surabaya, dia belum menemukan CJH gagal berangkat akibat sakit.

BACA JUGA: Empat Calon Jemaah Haji Gagal Berangkat.

Yang ada hanya penundaan. ''Kemarin di Solo ada yang HB di bawah 9. Lalu, di Surabaya yang patah tulang itu. Bukan dibatalkan, hanya ditunda,'' ujar Anung.

Selain fisik, CJH menyiapkan diri dengan membawa berbagai perlengkapan. Sebagian masuk dalam barang larangan.

Mulai batu kerikil yang diniatkan untuk melempar jumrah, lalu paku dan tang untuk membuat gantungan, hingga barang-barang dengan porsi terlalu banyak seperti cairan dan rokok.

PPIH embarkasi Surabaya menyita 35 slof rokok dari sembilan orang di kloter 7 asal Kabupaten Jember kemarin.

Sesuai aturan, tiap CJH hanya diperbolehkan membawa maksimal satu slof.

Sekretaris I PPIH Embarkasi Surabaya Sutarno menjelaskan, modus yang dilakukan CJH untuk menyembunyikan rokoknya beragam.

Mulai dibalut kain ihram hingga dimasukkan dalam kotak sarung.

''Ada yang ditutupi pakai sandal atas bawahnya biar tersamarkan saat di X-ray. Tapi, petugas sangat jeli,'' ujar Sutarno.

Terhadap temuan-temuan tersebut, pihak PPIH akan memasukkannya ke berita acara. Kemudian dilakukan pendataan kepada para pemilik.

Selanjutnya, barang sitaan itu akan dikembalikan ke Kemenag wilayah setempat. Jemaah boleh mengambil saat tiba nanti.

Kepada petugas, para CJH mengaku mendapatkan pesanan dari rekan atau tetangga yang bekerja di Arab Saudi.

''Dititipi TKI (tenaga kerja Indonesia) di sana (Arab Saudi, Red) karena harga rokok mahal,'' ujar Sutarno.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Juanda Hendro Trusilo menyatakan, pihaknya kembali menemukan tiga koper yang membawa rokok dalam jumlah berlebih.

Koper yang akan masuk bagasi tersebut memang dikirimkan lebih dulu ke AHES, sedangkan pemiliknya menyusul dengan membawa barang yang dimasukkan kabin. (din/his/c22/ayi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tahun Ini Jemaah Haji Bisa Nikmati Jalur Fast Track


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler