Jembatan Kukar Runtuh Akibat Tambahan Beban

Rabu, 08 Februari 2012 – 12:52 WIB
JAKARTA - Tim Independen yang dibentuk Kementerian Pekerjaan Umum untuk meneliti penyebab runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, memberikan penjelasan di Komisi V DPR, di Jakarta, Rabu (8/2).

Koordinator Tim, Prof Iswandi Imran menjelaskan penyebab keruntuhan Jembatan Kukar itu dipicu tegangan tambahan yang terjadi pada sistem hanger. "Terjadi pada saat pekerjaan pemeliharaan," katanya dalam rapat kerja yang dihadiri antara lain, Wakil Menteri PU Hermanto, Kabareskrim Komjen Sutarman, Kepala Basarnas, Kapolda Kaltim.

Iswandi mengatakan, menurut informasi telah dilakukan proses jacking di tengah bentangan. Pertama-tama, kata dia, jacking dilakukan di sisi hilir hingga hanger memendek 15 cm (dalam 3 tahapan). Kemudian dilanjutkan pada sisi hulu. "Saat jacking di sisi hulu, sambungan antara batang hanger dan kabel utama putus," ungkap dia.

Putusnya sambungan ini, menurut dia, memicu keruntuhan jembatan secara total. "Dan hanya membutuhkan waktu kurang dari 20 detik," katanya.

Tim juga menemukan, pola keruntuhan yakni kegagalan elemen struktur utama umumnya terjadi pada sistem sambungan antara batang hanger dan kabel utama. Hal ini mengindikasikan bahwa sistem sambungan merupakan titik lemah dalam lintasan gaya utama pada jembatan.

"Kerusakan khususnya diamati pada bagian sistem sambungan yang mengalami kondisi pemusatan tegangan akibat perubahan bentuk
geometri yang sangat tajam dan drastis pada sambungan," katanya.

Wakil Menteri PU Hermanto Dardak menjelaskan, bahwa tim ini dibentuk untuk melakukan evaluasi, investigasi Jembatan Kukar guna memeroleh gambaran lengkap dari pihak indpnden mengeni penyebab runtuh. "Selanjutnya menjadi  acuan kebijakan mencegah agar tidak berulang kembli di masa mendatang," katanya.

Irwandi menegaskan, bahwa pihaknya bekerja independen.  "Pada saat kerja kami melihat apa yang salah dari proses perencanaan sampai keruntuhan. Kami tidak mencari siapa yang salah," ujarnya.

Seperti diketahui, pada 26 November 2011, Jembatan Kukar, runtuh saat proses pemeliharaan. Akibatnya, sedikitnya 20 korban meninggal dunia dalam kejadian itu. (boy/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Siapkan Perlindungan Agar Angie Buka-Bukaan

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler