Jeritan Hati Ibu Brigadir J yang Meminta Jawaban, Semoga Istri Ferdy Sambo Mendengar

Rabu, 27 Juli 2022 – 11:58 WIB
Ibu Brigadir J, Rosti Simanjuntak tak kuasa menahan tangis jelang pembongkaran makam anaknya. Rabu (27/7). Foto: M Hafiz/Jambi Ekspres

jpnn.com, JAMBI - Ibu kandung Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat Rosti Simanjuntak meminta pertanggungjawaban Putri Candrawathi, istri mantan komandan anaknya, Irjen Ferdy Sambo.

Sebelum makam Brigadir Yosua dibongkar saat autopsi ulang di TPU Sungai Bahar Rabu (27/7), Rosti sempat berteriak histeris sambil menyebut nama Putri berulang kali.

BACA JUGA: Ibu Brigadir J Menangis Histeris, Sebut Nama Istri Ferdy Sambo Sebelum Pembongkaran Makam

“Mana Bu Putri, mana tanggung jawabmu, Bu Putri, kebohongan semua, kamu seorang ibu, mana nalurimu seorang ibu, mana Bu Putri?” teriak Rosti dikutip dari Jambi Ekspres hari ini.

Rosti tak henti-hentinya meratapi kematian putra kesayangannya ini.

BACA JUGA: Alasan Vera Tak Bisa Hadiri Autopsi Ulang Brigadir J Besok, Bikin Sedih

"Di mana keadilan, di mana kamu Putri, kata kamu mau menjaga anak kita," ucapnya sambil ditenangkan oleh adik Yosua yang bungsu, Bripda Mahareza Hutabarat.

Sebelumnya, Brigadir J diduga melakukan pelecehan terhadap Putri Candrawathi, istri Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo di rumah dinas yang berada di jalan Duren III.

BACA JUGA: Makam Brigadir J Dibongkar, Pengacara dan Saksi Keluarga Semua Menyaksikan, Sang Kekasih?

Saat itu, Bharada E atau Richard Eliezer datang setelah mendengar teriakan Putri. Disebutkan juga bahwa Brigadir J sempat menodongkan pistol kepada Putri, hingga terjadilah baku tembak antara Bharada E dan Brigadir J. Bharada E selamat, Brigadir J tamat.

Keesokan harinya jenazah Brigadir J dibawa pulang oleh adik kandungnya yang juga polisi melalui Bandara Sultan Thaha Jambi, tanpa pengawalan yang ketat.

Atas kejadian ini keluarga tak mau menerima begitu saja keterangan polisi.

Pada Minggu (11/7) mereka membuka peti jenazah Brigadir J dan mendapati banyak fakta lain. Kuasa hukum keluarga Brigadir J Kamaruddin menemukan luka sayatan, jari yang hampir putus bahkan terakhir menurut Kamaruddin, diduga ada bekas jeratan di leher dan kuku copot.

Semua kondisi jenazah kemudian didokumentasikan lalu dijadikan alat bukti. Oleh keluarga kemudian dilaporkan sebagai pembunuhan berencana.

Kadiv Propam Fredy Sambo juga telah dinonaktifkan oleh Kapolri dari jabatannya. Menyusul Karo Paminal Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Bridgen Hendra Kurniawan dan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto, yang dinonaktifkan.

Pihak keluarga juga meminta dilakukan autopsi ulang agar kasus ini makin terang benderang. Autopsi ulang pun akhirnya digelar hari ini, Rabu (27/7).

Sementara itu, Kamaruddin mengatakan autopsi ulang dilakukan oleh tim independen dengan melibatkan dokter forensik dari rumah tiga matra TNI hingga RS Cipto Mangunkusumo dan rumah sakit swasta.

"Telah dibicarakan tadi dalam gelar bahwa akan dibentuk tim independen, yaitu melibatkan dokter-dokter forensik gabungan dari RSPAD, RSAL, RSAU, RSCM, dan salah satu RS swasta nasional. Termasuk yang diajukan polisi," jelas pengacara Kamaruddin Simanjuntak, Kamis 21 Juli 2022.

Proses pembongkaran makam pun penuh haru, keluarga masih tak kuasa menahan sedih dan duka hingga akhirnya ikut menyebut nama Putri mantan istri bosnya.

BACA JUGA: Ibu Brigadir J Menangis Histeris: Di Mana Kamu Putri, Kata Kamu Mau Menjaga Anak Kita

Polisi menurunkan lebih dari 300 personel untuk mengamankan proses pembongkaran makam Brigadir Yosua.(aan/hfz/wan/JE)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler