Jika KAMI Terlibat, Gibran Bisa Keok di Pilkada Kota Solo?

Jumat, 28 Agustus 2020 – 13:18 WIB
Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka. Foto : Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Satyo Purwanto menyebut Gibran Rakabuming Raka bisa saja kalah dari kandidat independen Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) pada saat pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Solo 2020.

Menurut Satyo, kekalahan Gibran bisa terjadi andai Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ikut terlibat. Misalnya, KAMI menggelar deklarasi di Kota Solo.

BACA JUGA: Kapitra Sebut Gerakan KAMI Sangat Berbahaya, pakai Jebakan

Dari situ Gibran bakal kesulitan meraup suara pada Pilkada Kota Solo.

"KAMI bisa deklarasi di Solo, calon independen bisa dapat dukungan dalam waktu singkat," kata Satyo dalam pesan singkatnya kepada jpnn.com, Jumat (28/8).

BACA JUGA: Survei Pilkada Solo: Undecided Voters Ungguli Elektabilitas Gibran bin Jokowi

Satyo menerangkan, KAMI merupakan gerakan oposisi pemerintah era Joko Widodo (Jokowi). Sementara itu, sosok Gibran amat kental dengan Jokowi. Gibran berstatus putra sulung Jokowi.

Jika KAMI menggelar deklarasi di Solo, kata Satyo, massa yang simpatik otomatis mendukung kandidat yang tidak berkaitan dengan Jokowi.

BACA JUGA: Barli Asmara Meninggal, Fairuz A Rafiq: Masih Enggak Percaya, Terlalu Banyak Kenangan

"Kemudian itu menjadi sinyal rakyat Solo enggak mau lagi dikaitkan juga dengan Jokowi," ucap Direktur Ekskutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy.

Selain keterlibatan KAMI, kata Satyo, kandidat Bajo sendiri juga memiliki tim yang kuat, sehingga bisa saja mengalahkan Gibran.

Tanpa banyak publikasi, keduanya bisa mengumpulkan dukungan masyarakat dan lolos menjadi kandidat Pilkada Kota Solo 2020.

"Mereka dalam waktu singkat bisa mengumpulkan dukungan masyarakat dan lolos verifikasi, mereka akan bisa mengalahkan Gibran," pungkas dia.

Elektabilitas Gibran sendiri masih tinggi jelang pencoblosan Pilkada Kota Solo 2020 pada 9 Desember 2020.

Gibran memiliki elektabilitas 36,8 persen atau yang tertinggi berdasar survei dengan pertanyaan terbuka atau top of mind.

Hal itu merupakan temuan dalam hasil survei teranyar Indonesia Public Institute (IPI) yang bertitel Potret Dinamika Pilkada Kota Solo : Membaca Peluang Kandidat dan Perilaku Pemilih.

Dalam survei yang sama, Bagyo Wahyono menempati posisi ketiga elektabilitas pada Pilkada Kota Solo. Calon yang maju dari jalur independen itu memiliki elektabilitas 1,3 persen.

Namun, masih ada 10,3 persen responden yang merahasiakan pilihan mereka. Sementara 45,9 persen responden belum memutuskan pilihan.

Sebagai informasi, IPI melakukan survei itu pada 3 sampai 7 Agustus 2020. Survei tersebut melibatkan 440 responden yang memiliki hak pilih di Pilkada Kota Solo.

IPI menggunakan metode wawancara tatap muka menggunakan kuesioner dalam surveinya.

Survei IPI ini dilakukan dengan model wawancara tatap muka langsung menggunakan kuesioner. Adapun margin of error survei tersebut di kisaran 4,8 persen. (ast/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler