JK: Sama-sama Percaya Hari Kemudian Setelah di Dunia Ini

Senin, 24 April 2017 – 05:42 WIB
Wapres Jusuf Kalla. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, MANADO - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengimbau seluruh lapisan masyarakat lebih menonjolkan persamaan daripada perbedaan dalam beragama.

Sebab, terlalu mengungkapkan perbedaan bisa menjadi awal perpecahan dan konflik.

BACA JUGA: Pak JK Akan Buka Pekan Kerukunan Nasional di Manado

Hal itu disampaikan JK saat membuka Pekan Kerukunan Nasional 2017 di Manado kemarin (23/4). Acara tersebut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, para pemuka agama, serta Forum Kerukunan Umat Beragama.

Termasuk World Student Christian Federation (WSCF) yang sedang menggelar konferensi global di Manado.

BACA JUGA: Ada Ondel-Ondel dan Jawara di TPS Pak JK

JK meyakini semua agama punya banyak persamaan untuk mengajak kebaikan dan toleransi.

’’Sama-sama percaya hari kemudian setelah di dunia ini. Apa yang kita perbuat di dunia akan mendapatkan balasan nanti,’’ ujar ketua umum Dewan Masjid Indonesia itu.

BACA JUGA: Jelang Pilkada, Jokowi Panggil Empat Jenderal ke Istana

Dia salut dengan kehidupan beragama yang toleran di Sulut, khususnya Manado. Dulu sekitar 15 tahun lalu, ada konflik berdarah di Poso dan Maluku Utara.

Tapi, konflik tersebut tidak sampai merambah Manado. ’’Bahkan, Manado dijadikan lokasi pengungsian,’’ katanya.

Namun, dia menggarisbawahi, toleransi itu tidak berarti membiarkan semuanya berkendak sendiri. Tapi, toleransi bermakna menghormati perbedaan.

’’Karena seringkali orang sekarang menafsirkan, biarin saja orang berbuat begitu karena toleran, tidak. Justru itu akan menambah (persoalan) nanti,’’ imbuh dia.

Lebih lanjut, JK menuturkan, banyak negara seperti di Timur Tengah yang gagal karena terlalu menonjolkan perbedaan dan tidak merawat keadilan. Imbasnya, konflik dan pengungsi di mana-mana.

’’Syria butuh 50 tahun untuk rehabilitasi. Itu artinya mereka mundur setengah abad. Kita tentu tidak ingin seperti itu,’’ imbuh dia.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey menuturkan, selama ini masyarakat Sulut hidup rukun dan damai. Hampir tidak ada konflik sama sekali. ’’Karena kami punya falsafah torang samua basudara (kita semua bersaudara),’’ ungkapnya.

Untuk merawat kerukunan tersebut, salah satu caranya dengan mengadakan acara bersama. Melibatkan warga dari berbagai latar belakang agama dan daerah.

Selain itu, mengundang orang dari luar negeri untuk mempromosikan toleransi di Sulut. ’’Kami yakin bisa menjadi laboratorium kemajemukan nasional,’’ terang Olly. (jun/c7/agm)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Berharap Istana Sampaikan Seruan


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Jusuf Kalla   Konflik   Manado  

Terpopuler