Jokowi Ajak Investor Asing Ikut Membangun IKN dan Natuna

Jumat, 10 Januari 2020 – 15:30 WIB
Presiden Jokowi saat menerima delegasi SoftBank di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (10/1). Foto BPMI Setpres 

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Jokowi menerima delegasi SoftBank yang dipimpin CEO Masayoshi Son, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (10/1).

Dalam pertemuan itu, Presiden ketujuh RI tersebut menyodorkan potensi investasi dan sejumlah proyek pembangunan di ibu kota negara (IKN) yang baru di Kalimantan Timur. 

BACA JUGA: Usulan Gubernur Ridwan Kamil kepada Presiden Jokowi

"Luas wilayah Jakarta sekitar 66.000 hektare sedangkan jika kita bandingkan dengan ibu kota baru luasnya (disiapkan) mencapai 256.000 hektare," ujar Presiden kepada Masayoshi.

CEO SoftBank sendiri mengaku tertarik untuk berinvestasi dan bekerja sama dalam pembangunan IKN. Secara khusus, Masayoshi mengatakan tertarik dengan konsep kota pintar dan kota hijau yang diusung dalam pembangunan pusat pemerintahan RI yang baru tersebut.

BACA JUGA: Jokowi Tegaskan Proyek IKN Memang Harus Dibagi-bagi

"Ibu kota baru memiliki peluang-peluang investasi yang saya kira bisa kita diskusikan ide potensialnya," ucapnya.

Usai menjamu delegasi SoftBank, Kepala Negara juga menerima kunjungan delegasi US International Development Finance Corporation (DFC), pimpinan Adam S. Boehler. Saat itu, mereka juga membahas peluang investasi di Indonesia.

BACA JUGA: Menteri Bappenas Usulkan IKN Seperti DKI dengan Gubernur Dipilih Langsung

Kepada CEO DFC tersebut, Jokowi menjelaskan bahwa dalam masa pemerintahannya yang kedua, Indonesia masih akan melanjutkan pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah. Oleh karena itu, pemerintah membuka peluang investasi dan kerja sama seluas-luasnya.

"Pemerintah terus membuat kebijakan untuk mendukung dan menciptakan iklim investasi yang ramah melalui undang-undang omnibus investasi, sehingga Indonesia dapat mempersempit kesenjangan infrastruktur dan menjadi sangat kompetitif di era global," kata mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Dalam keterangannya, CEO DFC menjelaskan lembaga pendanaan independen tersebut berkomitmen untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mendukung Indonesia dalam berbagai sektor seperti teknologi, infrastruktur, energi, dan kesehatan.

"Kami berkeinginan untuk mendukung Indonesia dalam berbagai sektor, memberikan teknologi berkualitas tinggi dan berkelanjutan di bidang energi, infrastruktur, dan kesehatan," ucap Adam.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan yang mendampingi Jokowi dalam pertemuan itu, menyampaikan bahwa DFC akan segera membuka kantor perwakilannya di Jakarta, untuk mempercepat proses kerja sama tersebut.

Selain itu, terdapat sejumlah proyek yang akan segera didiskusikan. "Sudah ada beberapa proyek yang akan segera dilihat dan didiskusikan detail seperti jalan tol di Jawa dan Sumatera, mungkin turis (pariwisata), investasi perikanan di Natuna, dan hydropower di Kalimantan Utara," jelasnya.(fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler