Jokowi Beri Listrik Gratis untuk Keluarga Tak Mampu di Bogor

Minggu, 02 Desember 2018 – 17:09 WIB
Pak Jokowi. Foto: Instagram jokowi

jpnn.com, BOGOR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau program 'BUMN Hadir Untuk Negeri: Sambung Listrik Gratis Bagi Keluarga Tidak Mampu' di Bogor, Jawa Barat pada Minggu (2/12).

Lokasi pemasangan tepatnya berada di pemukiman warga Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Presiden berangkat ke daerah itu dengan bersepeda dari Istana Kepresidenan Bogor.

BACA JUGA: Jokowi Resmikan Tol Ciawi-Sukabumi Seksi I

Sepanjang perjalanan, Kepala Negara menyapa warga yang tengah berolahraga pagi dan beraktifitas di area car free day (CFD).

Jokowi kemudian menuju rumah-rumah warga dengan berjalan menyusuri gang dan secara simbolis mengaktifkan aliran listrik ke rumah warga, yang dibantu program tersebut dengan menekan tombol miniature circuit breaker (MCB).

BACA JUGA: Reuni 212 Upaya Merawat Semangat Anti-Jokowi

Mengutip data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), saat ini terdapat 235.756 keluarga prasejahtera di Jawa Barat yang belum menikmati layanan listrik PLN secara langsung.

"Ingin saya sampaikan bahwa di Provinsi Jawa Barat ini ada kurang lebih 200-an ribu rumah yang belum ada listriknya," ujar Jokowi.

BACA JUGA: Ini Keuntungan Jokowi Datang ke Reuni 212

Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan penerangan sehari-hari, ratusan ribu rumah tersebut melakukan penyambungan listrik ke instalasi tetangga sekitar yang telah memiliki sambungan listrik.

“Ada yang memang belum ada listriknya, ada yang sudah ada listrik tetapi nyambung dengan tetangga atau dengan orang tua. Nah sekarang kita sambung secara mandiri," lanjut Jokowi.

Pada umumnya, mereka mengeluarkan dana kurang lebih Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu per bulan untuk mendapatkan sambungan listrik dari tetangga.

"Sekarang kita sambung secara mandiri. Itu lebih murah dari data yang kita terima. Setelah sendiri seperti ini bayar kurang lebih Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu," ungkap suami Iriana ini.

Perlu diakui bahwa selama ini banyak warga yang merasa kesulitan untuk melakukan penyambungan listrik mandiri secara resmi melalui PLN. Biaya penyambungan standar merupakan kendala utama yang mereka hadapi.

Melihat kondisi tersebut, 34 BUMN sepakat untuk bersinergi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan salah satunya memberikan fasilitas penyambungan listrik secara gratis bagi masyarakat prasejahtera.

Di Jawa Barat sendiri, Kementerian BUMN, hingga 30 November 2018 melalui sinergi BUMN telah membiayai program penyambungan listrik bagi Rumah Tangga Tidak Mampu sekitar 60.798 ribu KK. Sampai dengan akhir Desember 2018, jumlah keluarga yang rumahnya tersambung listrik ditargetkan mencapai 100 ribu KK.

"Artinya di Jawa Barat saja masih sebegitu banyaknya sehingga di provinsi yang lain ini akan kita lihat. Memang biaya sambungan ini tidak murah dan itu sudah menjadi standarnya PLN kurang lebih Rp 900-an ribu," jelas Presiden.

Lebih jauh, program ini juga diharapkan bisa menyasar rumah tangga lainnya di seluruh provinsi yang ada. Presiden mengatakan, pihaknya akan berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat yang belum memiliki sambungan listrik tetap yang layak.

"Hitungan kami 1,2 juta (keluarga) di seluruh provinsi. Ini akan terus kita sisir satu per satu," tandasnya..(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Seperti Saran Habib Rizieq, Jokowi Tak Diundang ke Reuni 212


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler