Jokowi Cium Tangan Mantan Seteru

Sesaat Sebelum Pelantikan Wali Kota Solo

Sabtu, 20 Oktober 2012 – 07:15 WIB
Jokowi mencium tangan Bibit Waluyo di halaman Graha Paripurna DPRD Solo, kemarin (19/10). Foto:EDY WIDODO/RADAR SOLO
SOLO - Pelantikan F.X. Hadi Rudyatmo (Rudy) sebagai wali kota di Graha Paripurna DPRD Solo menjadi momen istimewa kemarin pagi (19/10). Tidak hanya lantaran dihadiri dua gubernur, acara itu juga menjadi ajang rujuk pejabat publik yang pernah berbeda pendapat. Yakni, mantan wali Kota Solo yang kini menjabat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo.

Jokowi mencuri perhatian karena dalam kesempatan tersebut mencium tangan Bibit yang pernah menyebutnya sebagai wali kota bodoh. Ceritanya, ketika Bibit tiba di halaman Graha Paripurna DPRD Solo, Jokowi dan Rudy menyambut di tengah kerumunan warga yang memenuhi lokasi pelantikan wali kota.

Begitu Bibit keluar mobil, Jokowi langsung menghampiri dan mencium tangan gubernur yang sama-sama diusung PDIP itu. Atas sikap Jokowi tersebut, Bibit membalas dengan senyum lebar sembari menyambut salam tangan gubernur DKI itu.

Tak pelak, peristiwa tersebut menjadi perhatian tersendiri dari awak media dan warga. Maklum, dua pejabat publik yang kini derajat birokrasinya setara itu pernah berseteru dalam beberapa persoalan. Terakhir, keduanya berbeda pendapat soal rencana proyek mal di bekas pabrik es Saripetojo, Solo.

"Ya, harus seperti itu dengan senior. Apa pun, beliau (dulu, Red) atasan saya. Ini masalah kesantunan. Saya kan gubernur junior, yang baru seminggu menjabat," ujar Jokowi kepada wartawan seusai mengikuti pelantikan Rudy yang semula merupakan wakil wali Kota Solo tersebut.

Dia menambahkan, sikap dirinya tersebut tidak berarti merendahkan diri di hadapan mantan atasannya. Namun, Jokowi mengaku ada beberapa hal yang memang patut dicontoh dari sosok Bibit Waluyo.

"Saya menganggap, apa pun beliau lebih senior, bahkan dalam semua hal. Termasuk dalam memimpin sebagai gubernur. Jadi, boleh dong mencium tangan senior. Begitu juga dalam hal pengalaman dan umur," ujarnya dengan nada diplomatis.

Dalam kesempatan yang sama, Rudy hanya bersalaman sembari cipika-cipiki (cium pipi kanan-cium pipi kiri, Red) dengan Bibit Waluyo. Lantas, ketiganya berjalan masuk ke Graha Paripurna.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi masih menjadi sorotan dan incaran sejumlah awak media. Termasuk menanyakan agenda selama di Solo. Jokowi mengaku melaksanakan salat Jumat di Masjid Agung sekaligus ingin melihat lebih dekat revitalisasi bangunan masjid kuno itu.

"Lihat saja wajah saya dan istri. Kalau senyum-senyum terus, berarti kerasan di sana (Jakarta, Red). Tapi, yang jelas, setiap Sabtu dan Minggu banyak kegiatan yang saya lakukan. Saking banyaknya, saya sampai lupa," ungkap Jokowi didampingi istri, Iriana.

Selain Bibit Waluyo, pelantikan Rudy kemarin dihadiri Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih. Acara rapat paripurna istimewa diawali dengan prosesi yang kental dengan nuansa lokal. Ketika akan memasuki Graha Paripurna, Rudy, Bibit, pimpinan DPRD Solo, Jokowi, serta Tjahjo Kumolo dituntun Punakawan dan Werkudara. Perjalanan mereka menuju Graha Paripurna juga diapit pasukan jaga tirta yang mengenakan seragam khas Jawa berwarna biru.

Sesampai di Graha Paripurna, Ketua DPRD Solo Y.F. Sukasno langsung memimpin jalannya rapat paripurna istimewa dengan agenda pengambilan janji jabatan dan pelantikan wakil wali kota menjadi wali kota untuk masa jabatan 2010-2015. Setelah rapat dibuka pimpinan rapat dan pembacaan SK Mendagri, dilakukan pengucapan janji jabatan yang dipimpin gubernur Jawa Tengah.

Setelah Rudy mengucapkan janji jabatan dan penandatanganan janji jabatan, atas nama presiden, Bibit menegaskan bahwa ketua DPC PDIP Solo itu resmi menjadi wali kota. "Atas nama Presiden, dengan resmi melantik Saudara F.X. Hadi Rudyatmo sebagai wali Kota Solo 2010-2012," ujarnya.

Sementara itu, Bibit berpendapat, meski ada pergantian pemimpin di Solo, hal itu tidak akan menjadi masalah. "Kan hanya melanjutkan. Tidak masalah," terang Bibit.

Dia menyatakan, selama tujuh tahun Rudy telah turut mengabdi sebagai wakil wali kota mendampingi Jokowi. Tentu selama itu dia sudah memahami kondisi Solo. "Selama tujuh tahun lalu kan sudah gulo wentah sebagai wakil wali kota. Yang harus diperhatikan adalah capaian kerjanya yang harus ditingkatkan. Itu tugas yang utama," lanjut Bibit.

Dia juga berpesan agar Rudy segera memperhatikan pengelolaan keuangan daerah. "Untuk tahun ini tinggal dua bulan APBD 2012. Dan saat ini semua sudah dilimpahkan kepada wali kota yang baru," tuturnya. Tanggung jawab lain yang harus ditekankan adalah masalah stabilitas. Menurut Bibit, Solo adalah pusat stabilitas di Jawa Tengah.

Pendapat tak jauh berbeda diungkapkan Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo. Menurut dia, Rudy yang kini resmi menjadi wali kota diyakini mampu melanjutkan kesuksesan Jokowi. "Pak Rudy sebagai wakil wali kota yang sudah tujuh tahun ini tentunya selalu mengikuti seperti apa kinerja Pak Jokowi," ungkap Tjahjo ketika ditemui seusai pelantikan Rudy kemarin (19/10).

Dikatakan pula, Rudy memiliki modal utama sebagai wali kota. Sebagai orang asli Solo, dia tentu sangat mengetahui kondisi serta kultur masyarakat. Karena itu, Tjahjo optimistis Rudy mampu melanjutkan pemerintahan Jokowi. "Saya optimistis, Pak Rudy akan mampu melanjutkan apa yang sudah dipersiapkan Pak Jokowi sampai tuntas," paparnya.

Jokowi juga memuji mantan wakilnya itu. Menurut dia, Rudy memiliki kelebihan tentang penguasaan lapangan. Dia yakin, di tangan Rudy, Solo akan lebih baik. "Dibanding saya, Pak Rudy itu lebih kuat soal lapangan," ungkap Jokowi. (edy/by/mas/jpnn/c5/ttg)
BACA ARTIKEL LAINNYA... BPK Jamin Ada Nama Menpora di Audit Hambalang

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler