Jokowi Dukung Industri Otomotif Dalam Negeri Berdaya Saing

Senin, 18 September 2017 – 23:24 WIB
Presiden Joko Widodo saat kunker di Klaten. Foto: Setpres

jpnn.com, KLATEN - Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pemerintah akan terus mendukung produk-produk dalam negeri hasil kreativitas anak bangsa untuk bisa bersaing di pasar global.

Tak terkecuali dengan industri otomotif nasional.

BACA JUGA: Jokowi Bagikan 4.212 Sertifikat Tanah di Magelang

Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat melakukan peninjauan pabrik Kiat Motor yang berlokasi di Jalan Solo-Yogyakarta, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Saat peninjauan, Presiden didampingi Pemilik dan pengelola Kiat Motor Sukiyat.

BACA JUGA: Jokowi: Mau Gado-gado, Baca Buku, Tinggal Klik

Kiat Motor yang sebelumnya dikenal lewat produk Esemka tersebut saat ini sedang mengembangkan kendaraan pedesaan dengan nama Mahesa yang merupakan singkatan dari Moda Angkutan Hemat Pedesaan.

Secara khusus kendaraan tersebut didesain untuk mendukung pengolahan hasil pertanian dan mobilitas masyarakat pedesaan.

BACA JUGA: Rakyat Puas, Jokowi Bakal Bekerja Semakin Keras

"Tugas pemerintah memberikan dorongan agar gagasan seperti ini bisa masuk ke pasar," ujar Jokowi, menanggapi ide kreatif pengembangan Mahesa.

Menurutnya, salah satu bentuk dukungan yang dapat diberikan pemerintah ialah dengan memfasilitasi pengembangan produk. Seperti misalnya yang terkait dengan sertifikasi, uji emisi, dan soal perpajakan.

Meski demikian, para pengusaha maupun industri UKM diminta untuk tidak bergantung penuh pada pemerintah. Mereka diharapkan mampu mandiri dengan memiliki rencana bisnis yang matang sehingga bisa menghadapi tantangan-tantangan industri di lapangan.

"Kalau selesai (uji emisi dan sertifikasi), bussines plan harus sudah jelas dipasarkan kepada siapa, harganya berapa, apakah bisa bersaing dengan produk dari misalnya Tiongkok, Korea, Jepang?" kata mantan wali kota Surakarta ini.

Dia pun mengingatkan bahwa pihaknya tidak ingin menciptakan ketergantungan industri pada pemerintah yang bisa memberikan efek buruk bagi industri itu sendiri.

"Kalau pemerintah terlalu membantu, jadinya nanti tidak bisa kompetitif di pasar. Jangan sampai semuanya disuntik dari pemerintah. Suntikannya stop, mobilnya ikut stop, nggak boleh seperti itu," tegas dia.

Kendaraan pedesaan Mahesa yang sedang dikembangkan Kiat Motor menurut rencana akan dipasarkan dengan harga sekira Rp 60-70 juta. Jokowi pun yakin Kiat Motor dapat menjangkau target pasar yang dituju.

"Ini rencananya untuk kendaraan desa. Tadi dihitung-hitung saya tanya harganya berapa sih? Jatuhnya Rp60-70 juta. Kalau Rp60-70 juta saya kira banyak yang beli," tutur Presiden.(fat/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi Pengin Dana Desa Dipakai untuk Bangun Perpustakaan


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler