Jokowi Ingin Indonesia Bebas Narkoba

Minggu, 26 Juni 2016 – 17:43 WIB
Presiden Joko Widodo di peringatan HANI. Foto: Biro Pers Istana

JAKARTA -- Presiden Joko Widodo tampaknya geram dengan maraknya peredaran narkoba di Indonesia. Karenanya, Jokowi memerintahkan seluruh aparatur pemerintah memberangus narkoba.

"Di mana pun ada narkoba, saya perintahkan untuk hadir dalam memberantasnya," tegas Jokowi saat peringatan Hari AntiNarkotika Internasional 2016 di Tamansari, Jakarta Barat, Minggu (26/6).

Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan, negara Indonesia tidak boleh menjadi lalu lintas peredaran narkotika. Apalagi sebagai negara tujuan ekspor narkoba.

"Apalagi (negara) produksi narkoba," tegas Jokowi.

Menurut World Drugs Report  2015 yang diterbitkan UNODC, diperkirakan 246 juta orang atau 5,2 persen populasi penduduk dunia, satu dari 20 orang yang berusia 15-64 tahun pernah menyalahgunakan narkoba. Begitu juga di Indonesia.

BACA JUGA: Ssttt... 15 Polisi Diamankan saat Mau Merazia Jakmania

Menurut Kepala BNN Komjen Budi Waseso, angka prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia pada survei 2015 sebesar 2,20 persen atau lebih dari 4 juta orang‎.

"Terdiri dari penyalahguna coba pakai, teratur pakai dan candu," kata Budi. (boy/jpnn)

BACA JUGA: Pemerintah Kaji Sejumlah Opsi untuk Bebaskan WNI

BACA JUGA: Polri Pegang Video Aksi Brutal Jakmania, Perusuh Pasti Dipidana

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sebanyak 42 Ribu Pengguna Narkoba Direhabilitasi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler