Jokowi : Kada yang Endapkan Anggaran di Bank Berdosa Kepada Rakyat

Rabu, 25 November 2015 – 23:06 WIB
Presiden Ri Joko Widodo (Jokowi) / Dok JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) geram melihat jumlah anggaran daerah yang masih tersisa di bank. Bagaimana tidak, sampai sekarang anggaran mengendap itu jumlahnya lebih dari  Rp 200 triliun.

"Masih ada uang Rp 259 triliun yang tersisa di daerah. Sudah turun dari Agustus Rp 273 triliun. Tapi tetap saja masih sangat tinggi," kata Jokowi saat membuka Kongres V Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (25/11).

BACA JUGA: Rizal Ramli Akui Buat Kegaduhan Putih, Tujuannya Ini Loh

Bekas gubernur DKI Jakarta itu tegaskan, setiap uang yang dibelanjakan pemerintah pasti berpengaruh positif terhadap daya beli masyarakat. Sebaliknya, uang yang tidak dibelanjakan otomatis menghambat daya beli.

Apalagi, lanjutnya, kalau anggaran tersebut sengaja diendapkan di deposito bank demi mengharapkan keuntungan dari bunganya. "Itu dosa gubernurnya. Uang diharapkan masyarakat malah ditaruh di bank, dosa kepala daerahnya," tegas Jokowi dalam acara yang dihadiri sejumlah gubernur dan juga Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo itu.

BACA JUGA: Pendukung ISIS Terdeteksi Ada di Jakarta, Tangsel dan Pamulang

Ke depan, tambah Jokowi lagi, pemerintah pusat akan menghentikan transfer dana secara tunai ke daerah-daerah yang penyerapannya rendah. Sebagai gantinya, daerah-daerah itu akan mendapat tambahan anggaran dalam bentuk surat hutang.

"Jadi nanti tidak ada lagi dana ditransfer awal tahun lalu ditaruh di deposito bank. Kita harus mulai lakukan hal-hal untuk buat negara ini efisien," pungkasnya. (dil/jpnn)

BACA JUGA: Pantau Keamanan Nelayan, Bakamla Lengkapi Diri dengan Kapal Canggih

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gunakan Ketoprak untuk Pentaskan Revolusi Mental Ala Majapahit di Depan Jokowi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler