Jokowi Kalah di Basis Golkar, Airlangga Berpotensi Tak Kantongi Restu Jadi Ketum Lagi

Kamis, 18 Juli 2019 – 19:37 WIB
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sedang memberi makan kambing di Istana Bogor, Sabtu (24/3). Foto: Biro Pers Setpres

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik dari The Habibie Center Bawono Kumowo menilai restu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi faktor penting bagi calon ketua umum Golkar. Meski Jokowi sudah menyatakan tidak akan mencampuri suksesi kepemimpinan di Golkar, namun Bawono meyakini Presiden Ketujuh RI itu menjadi faktor yang menentukan kepemimpinan di partai berlambang beringin tersebut.

Sejauh ini sudah ada bukti tentang restu Jokowi menjadi penentu pemegang posisi ketua umum Golkar. Menurut Bawono, naiknya Airlangga Hartarto sebagai pengganti Setya Novanto di kursi ketua umum Golkar juga tak lepas dari peran Presiden Jokowi.

BACA JUGA: Ada Ojek Online di Balik Pertemuan Grace Natalie dan Jokowi

“Tidak dapat dimungkiri bahwa dukungan morel dan politik dari Presiden Jokowi merupakan hal tidak terpisahkan dari proses pencalonan ketua umum tersebut sebagaimana ketika terjadi suksesi dari Setnov kepada Airlangga Hartato beberapa tahun lalu,” ujar Bawono saat dihubungi, Kamis (18/7).

BACA JUGA: Empat Mata dengan Jokowi di Istana, Bamsoet di Atas Angin Dibanding Airlangga

BACA JUGA: Tahu Diri, Grace Natalie Tak Memaksa Jokowi Kasih Kursi Menteri

Bawono melanjutkan, Golkar bersama PDI Perjuangan memang akan menjadi andalan Presiden Jokowi dalam mengamankan kebijakan pemerintahan yang diusulkan ke parlemen, termasuk soal RAPBN. Karena itu Bawono menegaskan, menduduki posisi ketua umum Partai Golkar berarti menjadi salah satu bagian penting lingkaran dalam Presiden Jokowi.

Head of Politics and Government The Habibie Center itu juga mencatat hal yang akan mengganjal Airlangga dalam mencari restu Jokowi di bursa calon ketua umum Golkar. Hal tersebut tak terlepas dari kinerja Airlangga dalam memimpin Golkar, termasuk capaian partai berlambang beringin itu di Pemilu 2019.

BACA JUGA: Jokowi dan Prabowo Sudah Kompak, Kok Cebong - Kampret Masih Marak?

“Hasil pemilu 17 April kemarin tentu menjadi salah satu bahan evaluasi Presiden Jokowi dalam memberikan dukungan morel dan politik tersebut. Dalam konteks itu kekalahan Jokowi dalam pemilihan presiden kemarin di sejumlah provinsi basis politik Partai Golkar seperti Sulawesi Selatan dan Riau bisa jadi akan memengaruhi pemberian dukungan moril dan politik tersebut,” ulas Bawono.

BACA JUGA: Konon Airlangga Sudah Dekati Jokowi dan KIK agar Kader Golkar Jadi Ketua MPR

Lebih lanjut Bawono mengatakan, kemungkinan Presiden Jokowi menjadi tak nyaman dengan kepemimpinan Airlangga di Golkar. “Hal itu akan menjadi salah satu penentu dari penilaian Presiden Jokowi apakah Airlangga Hartarto masih dapat diandalkan atau tidak dalam membantu mengarungi lima tahun pemerintahan mendatang, terutama menghadapi berbagai dinamika politik di DPR RI dalam proses pembuatan undang-undang atau kebijakan,” tandas dia.(tan/jpnn) 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi dan Prabowo Bakal Bertemu Lagi di Hambalang?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler