Jokowi Minta Jajarannya Hati-hati, Jangan Seperti China dan Uni Eropa

Rabu, 30 November 2022 – 16:39 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan sudah mengajukan Laksamana TNI Yudo Margono sebagai calon tunggal Panglima Tentara Nasional Indonesia untuk menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya agar waspada dan berhati-hati dalam menyusun kebijakan nantinya.

Jokowi mengingatkan kondisi perekonomian global tahun depan yang masih penuh dengan ketidakpastian.

BACA JUGA: Jokowi Sentil OSS Platform Andalan Bahlil: Saya Disuruh Ngomong Sejam, Faktanya 6 Bulan

Dia mencontohkan Tiongkok dan Uni Eropa yang tengah mengalami gejolak di dalam.

“Fiskal, moneter harus selalu berbicara, harus selalu berdampingan sehingga semua policy yang ada itu betul-betul bermanfaat bagi rakyat dan negara,” ucap Jokowi saat memberikan sambutan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022 yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Rabu (30/11).

BACA JUGA: Jokowi: Tahun Depan akan Jauh Lebih Sulit Lagi untuk Semua Negara

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menjabarkan sejumlah aspek perekonomian yang perlu diperhatikan pada 2023 seperti nilai ekspor Indonesia yang melompat tinggi dalam dua tahun terakhir.

Presiden mengharapkan nilai ekspor Indonesia pada 2023 tetap terjaga bahkan meningkat.

BACA JUGA: Jokowi Sebut Banyak Negara Berebut Investor, Jangan Buat Kebijakan Gegabah

“Hati-hati tahun depan bisa menurun karena problem di Tiongkok yang belum selesai hingga ekonomi mereka juga turun karena policy nol Covid. Kemudian di Uni Eropa juga sama, pelemahan ekonomi pasti, resesinya kapan tinggal ditunggu saja,” lanjutnya.

Selanjutnya, Kepala Negara menuturkan saat ini Indonesia mulai mendapatkan kepercayaan dari investor dunia internasional.

Kepercayaan tersebut, kata Jokowi, perlu didukung pembaruan kebijakan yang diikuti dengan implementasi yang baik di lapangan.

“Kita memang ingin membangun sebuah cara-cara kerja baru. Kita ingin membangun sebuah mindset baru. Itulah yang menimbulkan trust dan kepercayaan kepada kita, tetapi hati-hati, masih perlu policy yang kita reform dan perlu dilaksakan yang benar di lapangan,” tutur presiden.

Sama halnya dengan ekspor, Jokowi menyampaikan pencapaian target nilai investasi tahun depan tidak akan mudah karena semua negara sama-sama bersaing untuk menarik para investor.

Presiden Jokowi berpesan kepada seluruh jajarannya untuk bersama-sama menjaga arus modal masuk dalam rangka investasi di tanah air.

“Saya titip kepada seluruh kementerian, kepada gubernur, pada bupati, pada wali kota, jangan sampai ada yang mempersulit, mengganggu capital inflow, arus modal masuk dalam rangka investasi ini, karena ini (investasi) menjadi salah satu kunci pertumbuhan ekonomi kita,” tambahnya.

Kepala Negara menambahkan saat ini nilai investasi di luar Pulau Jawa sudah lebih besar dari Pulau Jawa dengan persentase mencapai 53 persen.

Menurut presiden, hal tersebut merupakan keberhasilan pemerintah dalam membangun infrastruktur yang diikuti dengan pertumbuhan titik ekonomi baru di luar Pulau Jawa.

"Dulu biasanya angkanya (investasi) 70-30 (persen), Jawa 70 (persen), luar Jawa 30 (persen). Sekarang luar Jawa sudah 53 persen. Inilah menurut saya keberhasilan membangun infrastruktur yang diikuti menumbuhkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru dan diikuti oleh investasi yang menuju ke luar Jawa,” imbuhnya.

Turut mendampingi presiden dalam kegiatan tersebut yaitu Ketua Komisi Yudisial Mukti Fajar, Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (tan/JPNN)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi Resmikan AMN di Surabaya, Kepala BIN: Salah Satu Pusat Lahirnya Calon-calon Pemimpin Bangsa


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Jokowi   China   Uni Eropa   Ekonomi   global  

Terpopuler