Jokowi Minta Konsep-Desain Proyek Monorel Diperbaiki

Kamis, 21 Agustus 2014 – 07:07 WIB

jpnn.com - JAKPUS – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi akhirnya buka suara terkait dengan ketidakjelasan pembangunan proyek transportasi monorel. Rabu (20/8) Jokowi meminta PT Jakarta Monorail (JM) selaku pelaksana proyek monorel memperbaiki desain yang mereka buat.

Jokowi menilai masih ada beberapa kelemahan dalam desain yang pernah dipaparkan PT JM. Perusahaan tersebut dianggap belum merinci dan menggambarkan teknis desain pembangunan. Misalnya, soal desain stasiun monorel dengan konsep elevated (layang).

BACA JUGA: Banyak Warga Masih Pakai KTP Reguler, Mesin e-KTP Terbengkalai

Meski demikian, dia memaklumi jika konsep layang itu harus diterapkan. Sebab, lahan di ibu kota sangat terbatas. Namun, PT JM dinilai belum memberikan gambaran secara jelas tentang penyangga stasiun tersebut. ’’Saya masih belum srek (dengan konsep monorel yang diajukan),’’ ujar Jokowi kepada wartawan di balai kota kemarin.

Hal lain yang juga dipersoalkan adalah letak stasiun monorel. Jokowi mencontohkan rencana pembangunan stasiun di Tanah Abang, Senayan City, dan Dukuh Atas. Dia mempertanyakan apakah lahan yang dipakai untuk stasiun di tiga kawasan itu merupakan lahan publik atau trotoar. Sebab, hal itu akan sangat berdampak pada para pejalan kaki yang biasa melewati trotoar. PT JM harus menjelaskan secara detail agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

BACA JUGA: Jalan di Depan Gedung MK Sudah Ditutup Sejak Dini Hari

’’Desain-desain itu yang masih kita pertanyakan. Saya suruh menggambarkan biar saya lihat seperti apa,’’ kata Jokowi.

Dengan perbaikan dan perubahan desain tersebut, lanjut dia, secara otomatis proyek akan disesuaikan dengan perhitungan anggaran yang diperlukan. Mantan wali Kota Solo itu meminta PT JM kembali menghitung biaya proyek.

BACA JUGA: Giliran Patung Diponegoro Dimandikan Jeruk Nipis Bulan Depan

Lalu, sampai kapan tenggat waktu atau deadline-nya? Jokowi tak memberikan batas waktu secara pasti. Namun, dia berharap PT JM merampungkan secepatnya. Sebab, kebutuhan moda transportasi masal di ibu kota sangat mendesak. ’’Saya minta agar konsepnya matang lebih dulu. Posisi tiangnya bagaimana? Tebal, tinggi, serta berapa banyak jumlahnya? Kan harus jelas,’’ papar dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT JM John Aryananda menegaskan, pihaknya siap memperbaiki desain monorel sesuai permintaan Jokowi. Pihaknya juga akan menggambarkan secara detail struktur stasiun monorel. Khususnya soal stasiun lengkap dengan ruang lingkupnya.

Dia optimistis letak stasiun dan depo monorel yang baru nanti tak akan menganggu estetika kota. ’’Semua permintaan pemprov sudah kami pelajari. Memang, yang agak harus dikaji adalah soal letak tiang-tiang stasiun (monorel),’’ ujarnya.

Pembangunan monorel yang telah digagas sejak era Gubernur Sutiyoso tidak kunjung mengalami kemajuan. Padahal, proyek tersebut dicanangkan kembali secara resmi oleh Jokowi pada 16 Oktober 2013. Saat itu Jokowi hadir untuk melakukan peletakan batu pertama.

Belakangan, proyek tersebut disorot Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ahok menuding PT JM tidak memiliki kemampuan memadai untuk membangun monorel. Polemik kian memanas ketika Dinas Tata Ruang DKI menolak permohonan penggunaan lahan untuk pembangunan depo monorel. Dinas Tata Ruang beralasan lahan yang diajukan PT JM harus steril dari bangunan komersial. (fai/co1/oni/dwi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dugaan Korupsi Dana Hansip Diserahkan ke Polisi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler