Jokowi Pengin Terpilih Lagi? Ini Saran Burhanuddin Muhtadi

Jumat, 20 Oktober 2017 – 21:17 WIB
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi menyatakan, figur calon wakil presiden (cawapres) akan sangat menentukan bagi kemenangan Joko Widodo pada Pemilu 2019. Sebab, posisi presiden yang beken dengan panggilan Jokowi itu belum sepenuhnya aman untuk bisa kembali terpilih.

Burhanuddin mengatakan, berdasar survei Indikator Politik Indonesia periode 17-24 September 2017, elektabilitas Jokowi masih di bawah 50 persen. Apalagi di kalangan pemilih muslim, hanya 42 persen yang memilih mantan gubernur DKI itu.

BACA JUGA: Pendukung Jokowi dari Segmen Muslim Cuma 42 Persen

Karena itu, figur cawapres pendamping Jokowi di pilpres akan punya faktor penentu kemenangan. “Karena belum cukup aman, wapres jadi menentukan," ujar Burhanuddin dalam diskusi bertema Siapa Wapres Jokowi 2019 di Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (20/10).

Lebih lanjut direktur eksekutif Indikator Politik Indonesia itu mengatakan, ada tiga faktor penting bagi Jokowi dalam menentukan calon pendamping di Pilpres 2019. Faktor pertama adalah elektabilitas.

BACA JUGA: Gerindra Beri Rapor Merah untuk Demokrasi Era Jokowi

Dalam analisis Burhanuddin, untuk faktor elektabilitas cawapres ada nama Gatot Nurmantyo yang bisa mengerek perolehan suara bagi Jokowi. Sebab, figur yang kini menjabat posisi Panglima TNI itu bisa menarik suara dari pemilih Islam.

"Meski saya pribadi mengkritik manuver politiknya yang terlalu liar, tapi ternyata itu semacam dog whistle. Manuvernya menarik segmen pemilih baru untuk Pak Jokowi dan saling melengkapi sipil militer. Islam dan satunya Islam moderat," tutur dia.

BACA JUGA: Pak Jokowi, Jangan Bajak Dana Desa untuk Kepentingan Politik

Faktor kedua yang harus dipertimbangkan Jokowi adalah mencari figur yang mumpuni di bidang pemerintahan. Sosok yang dianggap pas oleh Burhanudin ada tiga nama, yakni Sri Mulyani, Basuki T Purnama (Ahok) dan Tri Rismaharini.

"Jadi governing (memerintah, red) itu jadi penting. Kalau dari governing, Sri Mulyani, Ahok, Risma lebih baik," ucap dia.

Yang terakhir adalah faktor konsolidasi politik di kalangan partai pendukungnya di Pemilu 2019. Sebab, partai pengusung Jokowi harus merelakan tentang figur yang akan menjadi pendamping mantan wali kota Surakarta itu di pilpres.

"Parpol pendukung Jokowi 2019 ikhlas atau enggak kalau elitenya gak dipilih? Kalau satu partai menyodorkan wapres rela enggak yang lainnya?" pungkas dia.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi Ajak Alumni Al Azhar Dakwahkan Moderasi di Medsos


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler