Jokowi Sebut Bakal Ada Kepala Daerah jadi Menteri dan Bu Ani Diberi Tugas Lebih Besar

Kamis, 15 Agustus 2019 – 12:21 WIB
Presiden Jokowi dan Menkeu Sri Mulyani. Foto: Ricardo/dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo alias Jokowi memberikan bocoran terbaru soal isi kebinet di periode kedua pemerintahannya nanti.

Dalam pertemuan dengan sejumlah pimpinan redaksi media di Istana Rabu (14/8), Jokowi menyatakan sudah menyelesaikan penyusunan kabinetnya.

BACA JUGA: Yenti Garnasih Pantas jadi Jaksa Agung di Periode Kedua Jokowi

“Sudah final dan saya akan umumkan secepatnya. Ada 34 pos kementerian. Ada yang baru. Ada yang digabung. Rumusnya 55 (kalangan profesional) dan 45 (perwakilan partai politik),” katanya.

BACA JUGA: Jokowi: Kabinet Sudah Final, Partai Sudah Diberi Tahu

BACA JUGA: Tak Mau Merembet ke Mana-Mana, Jokowi Tolak Keinginan PDIP

Jokowi menjamin bahwa kalangan profesional yang dipilihnya sendiri teruji keandalannya. Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah kemampuan manajemen dan mengeksekusi (program/kebijakan) di lapangan. “Saya menyeleksi 60 nama. Banyak yang pintar, masih muda-muda, kalau disuruh ngomong dan presentasi meyakinkan. Sayang, setelah dicek track record-nya, pengalaman manajerial dan mengeksekusi program nol,” ungkap suami Bu Iriana itu.

Selain dari kalangan muda milenial, ada juga wajah baru di kabinet mendatang yang berasal dari pimpinan BUMN dan kepala daerah. “Mereka punya track record bagus, harus diberi tantangan lebih besar,” tuturnya.

BACA JUGA: Sinyal dari Jokowi yang Bisa Bikin Prabowo Gigit Jari

Lantas, apa pos kementerian baru di kabinet mendatang? Presiden menyebut Kementerian Investasi. Kementerian itu adalah peningkatan status dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). “Masalah investasi ini sangat serius. Semua negara berlomba membenahi ini,” kata mantan pengusaha mebel tersebut memberi contoh.

Kementerian baru berikutnya adalah Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Internasional. Berbeda dengan Kementerian Investasi, kementerian baru itu merupakan gabungan dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

“Sekarang tugas Kemenlu harus berorientasi ekonomi, gak melulu soal politik. Para duta besar dan diplomat kita harus mengerti ekonomi, harus menjadi marketer-marketer terbaik potensi ekonomi kita,” tuturnya. Siapa tokoh yang mengisi dua pos baru menteri itu? Lagi-lagi Jokowi menolak menyebut nama.

BACA JUGA: Yenti Garnasih Pantas jadi Jaksa Agung di Periode Kedua Jokowi

Jokowi juga tak segan mengungkap respek kepada menteri-menteri perekonomian seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. “Bu Ani (sapaan Sri Mulyani, Red) saatnya diberi tanggung jawab lebih besar," tutur Jokowi. (fajar/jp)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rizal Ramli Memohon kepada Jokowi: Pecat dong Menteri Perdagangannya


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler