Jokowi Sentil Subsidi Listrik tak Tepat Sasaran

Jumat, 13 Januari 2017 – 20:28 WIB
Presiden Joko Widodo. Foto dok JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com - Pemerintah sedang berupaya menyalurkan subsidi di bidang energi lebih tepat sasaran, dengan mengintegrasikannya ke dalam program Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Rencana ini masih tahap kajian yang mulai dibahas dalam rapat kabinet terbatas, yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat (13/1).

BACA JUGA: Sebentar Lagi, Subsidi Listrik 900 Watt Dihapus

Dalam ratas itu  Jokowi juga menegaskan kebijakan subsidi energi bagi masyarakat tidak mampu menjadi fokus pemerintah.

Apalagi pada 2017, pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi BBM dan elpiji 3 kg sebesar Rp 32,3 triliun, serta subsidi listrik Rp 45 triliun.

"Saya ingin menekankan bahwa subsidi listrik yang ditujukan untuk masyarakat tidak mampu tepat sasaran. Artinya benar benar untuk masyarakat tidak mampu. Dan selama ini, misalnya, penerima subsidi listrik 900 VA ternyata tidak betul-betul diterima oleh rumah tangga yang tidak mampu," kata Jokowi dalam ratas tersebut.

Karenanya, secara bertahap harus dilakukan penajaman sasaran, sehingga subsidi listrik diterima oleh masyarakat tidak mampu yang membutuhkan.

Tidak seperti informasi yang diterima presiden, lebih dari 65 persen subsidi energi dalam bentuk elpiji 3 kg juga dinikmati oleh rumah tangga yang tidak layak menerima.

"Untuk itu saya minta penyaluran subsidi energi ini bisa diintegrasikan terpadu dengan program penanggulangan kemiskinan terutama program KKS yang sudah berjalan. Supaya lebih terarah, tepat sasaran dan diterima rakyat miskin, usaha kecil mikro yang memang berhak menerima subsidi," tegasnya.

Hadir dalam ratas in Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Sosial Khofifah Indarparawansa, hingga Direktur Utama PLN Sofyan Basir.(fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler