Jokowi Tinjau Pabrik Sepatu dan Makan Siang Bareng Buruh di Tangerang

Selasa, 30 April 2019 – 17:42 WIB
Presiden Joko Widodo makan siang bareng buruh di Tangerang, Banten, Selasa (30/4). Foto: Biro Pers Setpres

jpnn.com, TANGERANG - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau sebuah pabrik sepatu di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten pada Selasa (30/4). Pabrik yang dikunjunginya kali ini adalah milik PT KMK Global Sports.

Presiden mengunjungi pabrik tersebut didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri.

BACA JUGA: Polda Metro Jaya Petakan Pengamanan Hari Buruh 2019

Mantan gubernur DKI Jakarta itu pun berkeliling di pabrik dan menyapa para pekerja yang sedang beraktivitas. Melihat kedatangan Kepala Negara, mereka menyambutnya dengan antusias. Beberapa menghampiri suami Iriana itu untuk bersalaman dan berswafoto.

Usai meninjau pabrik selama satu jam, presiden kemudian berjalan menuju kantin PT KMK untuk bersantap siang bersama para buruh. Jokowi duduk bersama puluhan buruh di sebuah meja makan panjang. Menu yang disantapnya pun sama dengan yang dimakan para pekerja, yakni nasi putih, sayur sop, tempe goreng, telur rebus, dan buah salak.

BACA JUGA: Pertemuan Menteri Tenaga Kerja Se-ASEAN Hasilkan Sembilan Kesepakatan 

"Ya makan siang tadi kan ada tempe, telur, sayur. Saya kira secara gizi dan nutrisi untuk saya sudah sangat bagus," ujar Presiden kepada para jurnalis seusai santap siang.

Presiden mengaku banyak berdialog dengan para pekerja selama peninjauan, antara lain mengenai sudah berapa lama para pekerja tersebut bekerja di pabrik itu dan mengenai kesejahteraan mereka. Dari obrolan tersebut, beberapa pekerja mengaku sudah lama bekerja di pabrik, antara 15 sampai 23 tahun.

BACA JUGA: Menaker Hanif Dhakiri Beber 6 Strategi Indonesia Hadapi Future of Work

"Artinya menurut saya atmosfer lingkungan yang ada di PT KMK ini saya kira memberikan sebuah atmosfer yang baik, lingkungan yang baik, pada karyawan. Ada kliniknya, saya kira sangat bagus," ungkapnya.

Presiden berpandangan bahwa hal yang paling penting untuk dilakukan adalah meningkatkan produktivitas lewat peningkatan kemampuan para pekerja. Karena menurutnya, produktivitas para pekerja itu berpengaruh terhadap produksi pabrik.

"Yang paling penting kita ini meningkatkan produktivitas lewat reskilling, upskilling, sehingga kalau sudah produktif, perusahaan itu menggaji lebih tinggi itu mampu. Karena produktivitas itu juga menyangkut produksi berapa yang dihasilkan. Kalau dihasilkannya naik saya kira gajinya dinaikkan tidak masalah," paparnya.

Di penghujung keterangannya, Presiden pun berharap perayaan hari Buruh atau May Day yang jatuh pada 1 Mei esok hari bisa berjalan dengan baik, penuh kegembiraan, dan kondusif.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sandiaga Tolak Politisasi Hari Buruh


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler