Jokowi Ucap Terima Kasih di Depan PM Australia

Sabtu, 30 Oktober 2021 – 20:48 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di pintu Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang berkelir merah putih saat akan melakukan kunjungan kerja. Ilustrasi Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

jpnn.com, ITALIA - Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison di Hotel Splendide Royal, Roma, Italia, Sabtu (30/10).

Dalam pertemuan tersebut, pria yang akrab disapa Jokowi itu menyampaikan terima kasih atas dukungan vaksinasi dari pihak Australia.

BACA JUGA: Bertemu Marcon, Jokowi Sampaikan 3 Hal Penting

"Pertama, saya sampaikan apresiasi atas dukungan vaksin Australia untuk Indonesia, 1,2 juta dosis vaksin telah tiba minggu lalu dan kami sambut baik rencana kedatangan 10,5 juta dosis vaksin," kata Presiden Jokowi.

Menurut Jokowi, saat ini kondisi Covid-19 di Indonesia sudah sangat membaik.

BACA JUGA: Kevin/Marcus Selangkah Lagi Jadi Juara Final French Open 2021

Angka kasus rata-rata positif Covid-19 Indonesia sudah mencapai di bawah satu persen dan lebih 185 juta vaksin telah disuntikkan.

"Tidak kalah pentingnya, protokol kesehatan masih terus kita jaga," jelasnya.

BACA JUGA: Surat Terbuka Guru Honorer Non-K2 untuk Jokowi & Nadiem Makarim, Soal Afirmasi

Oleh karena itu, Jokowi mengajak Scott membuka kerja sama mengenai pemulihan ekonomi, termasuk di sektor pariwisata.

Eks gubernur DKI Jakarta itu mengusulkan pembentukan vaccinated travel lane (VTL) Indonesia dan Australia serta kerja sama saling pengakuan sertifikat vaksin.

"Mudah-mudahan VTL dan pengakuan sertifikat vaksin dapat segera diselesaikan. Saya yakin ini akan mendorong percepatan pemulihan ekonomi, tentu dengan aman," tambahnya.

Ketiga, Presiden Jokowi ingin Indonesia-Australia dapat terus melakukan kerja sama pembangunan ekonomi hijau dan transisi energi.

Menurutnya, isu teknologi dengan harga terjangkau dan investasi memegang peran penting bagi keberhasilan transformasi ekonomi.

Dia menyambut baik Joint Statement on Cooperation on the Green Economy and Energy Transition.

"Kerja sama yang termuat dalam joint statement ini sejalan dengan semangat presidensi G20 Indonesia di 2022," ungkapnya.

Di masa presidensi Indonesia, Jokowi juga mendorong sejumlah kerja sama konkret di beberapa sektor utama yakni digital, transisi energi, dan inklusi keuangan.

Dari sektor digital, Indonesia ingin memastikan transisi digital yang inklusif bagi pertumbuhan dan pembangunan.

Dari sektor transisi energi, G20 harus dapat memastikan ketersediaan teknologi rendah karbon dengan harga terjangkau sehingga transisi energi dapat dilakukan oleh semua negara.

Selain itu, di sektor inklusi keuangan, secara khusus presiden menekankan soal UMKM dan perempuan.

"Saya harap dukungan kuat Australia bagi ketiga usulan Indonesia tersebut. Saya juga berharap untuk dapat menyambut Yang Mulia secara pribadi tahun depan saat KTT kami di Bali, 30-31 Oktober 2022," tutup Jokowi. (tan/jpnn)


Redaktur : Dedi Yondra
Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler