Jokowi Ungkap Penyebab Banjir di Sintang, Ternyata

Selasa, 16 November 2021 – 14:46 WIB
Dokumentasi sejumlah warga berjalan menerobos Jalan Lintas Melawi yang terendam banjir di Ladang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Jumat (12/11/2021). Banjir yang melanda 12 kecamatan di sana belum juga surut selama tiga pekan terakhir akibat curah hujan yang tinggi, sementara pendistribusian bantuan masih terkendala di sejumlah wilayah karena sulitnya akses menuju lokasi. ANTARA FOTO/Abraham Mudito

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap penyebab banjir di Kalimantan. 

Menurut dia, banjir di Kalimantan itu disebabkan daerah tangkapan hujan yang rusak.

BACA JUGA: Jalur Darat ke Sintang Terputus Karena Banjir, BWA Angkut Bantuan Sembako dengan Perahu

Oleh karena itu, kata Jokowi, daerah tangkapan hujan yang rusak itu harus diperbaiki. 

"Ya, itu karena kerusakan wilayah tangkapan, daerah tangkapan hujan yang sudah berpuluh-puluh tahun, ya, itu yang harus kita hentikan," ujar Jokowi seusai meresmikan Tol Serang-Panimbang Seksi 1 di Banten, Selasa (16/11). 

BACA JUGA: Banjir Sintang & Jokowi

Menurut Jokowi, air Sungai Kapuas di Kalimantan Barat meluap karena daerah tangkapan hujan rusak.

Dia memastikan pemerintah akan fokus memperbaiki daerah tangkapan hujan itu.

BACA JUGA: Fadli Zon Ditegur Prabowo Akibat Mengkritik Jokowi, Arief Poyuono: Tidak Perlu Dibawa ke Hati

“Karena memang masalah utama ada di situ,” ujar Jokowi. 

Lebih lanjut Jokowi mengatakan mulai tahun depan pemerintah akan membangun daerah tangkapan hujan yang rusak itu. 

“Akan ada persemaian, kemudian ada penghijauan kembali di daerah-daerah hulu, di daerah-daerah tangkapan hukan, di area tangkapan kita perbaiki,” jelasnya. 

Selain daerah tangkapan hujan yang rusak, kata Jokowi, salah satu penyebab banjir adalah adanya curah hujan yang lebih ekstrem dari biasanya di Pulau Kalimantan.

Sejak lebih dari tiga pekan lalu terjadi banjir bandang di Kabupaten Sintang, Kalbar, yang dilintasi daerah aliran sungai Sungai Kapuas.   (antara/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler