Jokowi Yakin Busana Muslim Indonesia Akan Mendunia

Kamis, 26 April 2018 – 14:36 WIB
Presiden Jokowi. Foto: Mohammad Amin/Radar Banjarmasin/dok.JPNN.com

jpnn.com, BOGOR - Presiden Joko Widodo mengundang komunitas dan para pelaku usaha busana muslim di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/4).

Pertemuan ini digelar untuk mendengarkan langsung masukan-masukan dari pelaku usaha sebagai bahan pertimbangan agar kebijakan industri fesyen muslim Tanah Air mampu bersaing di pasar internasional.

BACA JUGA: PKS Sudah Bertemu Jokowi, tapi Tetap Pilih Beroposisi

"Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia saya kira kesempatan itu terbuka lebar di depan. Tetapi memang harus ada kerja sama yang baik antara desainer, pengusaha-pengusaha busana muslim, dan pemerintah," ujar Jokowi dalam sambutannya.

Di hadapan kurang lebih 28 pelaku usaha, Presiden yang beken disapa dengan panggilan Jokowi, mengaku terkejut saat menghadiri pagelaran Muslim Fashion Festival 2018 pada 19 April 2018 lalu. Di mana potensi dan talenta lokal di industri fesyen muslim begitu besar dan mampu bersaing.

BACA JUGA: Jokowi Bikin Sengsara, Anies Dapat Dukungan Rasi Dua

"Saya melihat ada sebuah potensi, kekuatan, talenta-talenta dari desainer, kemudian juga dari pengusaha busana muslim untuk menguasai pasar, baik di dalam negeri maupun pasar ekspor. Saya meyakini insyaallah kita akan bisa memiliki kekuatan besar dalam menguasai pasar busana muslim dunia," tuturnya.

Jokowi juga mendapat informasi dalam satu tahun, industri fesyen secara keseluruhan di Tanah Air memiliki nilai ekonomi sebesar Rp 166 triliun, di mana Rp 54 triliunnya disumbang dari sektor busana muslim.

BACA JUGA: Pendukung Jokowi di Papua Usulkan SYL Jadi Cawapres

Menurut suami iriana ini, jumlah tersebut sangatlah besar dan masih bisa ditingkatkan lagi.

"Saya tadi sudah menyampaikan kepada menteri untuk disiapkan sebuah forum di luar sehingga busana muslim kita lebih dikenal dan bisa menguasai pasar-pasar di negara lain," tandasnya.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi: Kritik Itu Harus Berbasis Data dan Beri Solusi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler