Jubir PSI Sangat Iba kepada Fahri Hamzah dan Amien Rais

Minggu, 15 Juli 2018 – 18:41 WIB
Juru Bicara PSI Dedek Prayudi (tengah). Foto: Ist

jpnn.com, JAKARTA - Juru Bicara PSI Dedek Prayudi mengaku iba kepada Amien Rais dan Fahri Hamzah. Pasalnya, mereka terus-terusan melontarkan tudingan tak berdasar tentang pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Saya iba dengan lawan politik Pak Jokowi, terutama Pak Amien Rais dan Pak Fahri Hamzah yang melulu mencoba mendiskreditkan karya dan prestasi presiden. Yang terbaru itu soal divestasi 51 persen saham Freeport," sebut politisi muda yang kerap disapa Uki ini dalam keterangan persnya, Minggu (15/7).

BACA JUGA: Alasan Grace & Tsamara Jagokan Mahfud Jadi Cawapres Jokowi

Uki menyesalkan pernyataan Amien yang menyebut divestasi tersebut sebagai suatu kebohongan, tapi tanpa menyertakan bukti. Menurut dia, ini sudah kesekian kalinya Amien menyerang pemerintah dengan tudingan tak berdasar.

Sementara Fahri, lanjut Uki, justru lebih konyol lagi. Pasalnya, wakil ketua DPR RI itu berbicara panjang lebar tentang kontrak karya Freeport tanpa memahami substansinya.

BACA JUGA: Fahri Hamzah Tantang Pakar Hukum Berdebat Soal OTT

"Pak Fahri mempertontonkan kelantangan tanpa isi. Kenapa saat itu tidak diperpanjang (kontrak karya Freeport) dan apa yang akan terjadi kalau KK itu habis dan apa bedanya kalau KK itu habis dengan sebagian besar saham ada di tangan Indonesia," jelas Uki.

Meski demikian Uki mengakui bahwa penandatanganan MoU masih harus diikuti dengan proses-proses lain untuk merampungkan pembelian saham. Namun, menyebut komitmen divestasi dua pihak sebagai kebohongan juga berlebihan. "Itu adalah sebuah reaksi panik," nilai Uki.

BACA JUGA: Fahri Yakin Banget Akan Ada Poros Ketiga, Ini Alasannya

Uki menganggap apa yang diucapkan Amien Rais dan Fahri Hamzah didasari oleh ketiadaan prestasi politisi-politisi senior ini untuk menandingi prestasi Jokowi. Akibatnya, mereka hanya mengandalkan tudingan-tudingan bombastis yang memanfaatkan sentimen negatif publik.

"Kondisinya, politisi-politisi senior harus bertarung melawan Jokowi sekarang dan nanti, tapi tidak memiliki prestasi yang dapat dibanggakan untuk menandingi prestasi Jokowi. Mereka terpaksa melakukan ini," analisa Uki.

"Dulu diangkat isu pengangguran, nyatanya data menunjukkan pengangguran berkurang. Lalu diangkat isu harga naik rakyat makin susah, beberapa komoditas memang harganya naik, nyatanya daya beli dan produktifitas rakyat naik. Lalu isu markup LRT, malah bikin Pak Prabowo dan Pak Anies jadi saling tunjuk," tutup politisi berdarah Minang ini. (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Fahri Hamzah: Kubu Jokowi Sering Rayu Prabowo Jadi Cawapres


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler