Jufri Paksa Buaya Buka Mulut agar Kakinya Lepas, Ngeri!

Senin, 04 Juni 2018 – 13:40 WIB
Buaya. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, PALU - Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah warga Palu, Sulteng, menjadi korban keganasan buaya. Terbaru, Jufri (33), warga Lorong Malaya, Jalan Towua, Palu, kaki kanannya digigit binatang buas itu, Sabtu (2/6) malam.

Masih beruntung karena Jufri yang sehari-harinya sebagai penambang pasir di Muara Sungai Palu itu hanya mengalami luka.

BACA JUGA: Marince Undang Pak Jokowi Tangkap Buaya di Papua

Bapak dua anak ini digigit buaya pada kaki kanannya saat ingin naik ke darat setelah selesai menyedot pasir, berjarak 500 meter dari Jembatan II di arah selatan.

Dari data yang diperoleh Radar Sulteng (Jawa Pos Group), posisi Jufri saat itu sudah selesai mengisi pasir ke truk dan berencana naik ke darat. Tetapi ketika dia menarik selang, seperti tersangkut pada sesuatu di dalam air.

BACA JUGA: Serius, Jokowi Pengin Ikut Menangkap Buaya

Nah, Jufri berinisiatif meraba selang demi selang dengan menggunakan kakinya. Namun naas, ketika kaki kanannya merasakan menyentuh sesuatu di dalam air.

“Langsung digigit di kaki, dia ingin tarik ke tempat dalam, saya berusaha menarik kaki tapi tidak bisa, jadi saya buka mulutnya dengan kedua tangan dan kaki saya terlepas,” jelas Jufri kepada Radar Sulteng saat masih terbaring di tempat tidur pasien Puskesmas Bulili, Jalan Adam Malik.

BACA JUGA: Buaya Muncul, Warga Berkumpul

Di kaki kanannya terdapat tiga lubang, masing-masing dua lubang dibetis dan satu lubang di paha, serta satu goresan pada bagian lutut. Satu dari tiga lubang itu harus mendapat dua jahitan.

Sedangkan jari telunjuk tangan kiri Jufri harus dijahit 10 jahitan, karena dia berusaha membuka mulut buaya yang menggigit kakinya.

“Saya bergegas ke darat dengan kaki berlumuran darah. Sudah tidak menoleh ke belakang lagi untuk melihat apakah buaya mengejar atau tidak,” lanjut Jufri.

Menurutnya, posisi air saat dia digigit sampai di dada. Sehingga dia tidak melihat langsung ukuran dari reptil yang memiliki nama latin crocodylus porosus ini. Namun Jufri mengakui buaya ini mungkin saja berukuran cukup besar. “Saya kan sempat pegang kepalanya, saya raba-raba,” cerita Jufri.

Sementara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sulteng melalui Kepala Seksi Wilayah I, Haruna, berpesan agar para penambang dapat menghindari waktu-waktu dimana buaya sedang aktifnya mencari makan yakni sejak pukul 16.30 sore sampai 08.00 pagi.

“Bukan saat ini musim kawinnya, tetapi memang aktifnya dia cari makan mulai sore hari sampai besok pagi. Saya pesan penambang pasir jangan beraktivitas,” tegas Haruna. (acm/win)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ikan Sering Hilang dari Kolam, Ternyata Pelakunya Buaya Ini


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler