Jumlah Pasien Positif Corona di Jateng Naik Dua Kali Lipat

Rabu, 25 Maret 2020 – 18:59 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat konferensi pers terkait penanganan dan perkembangan jumlah pasien COVID-19 di Semarang. Foto: Antara/Wisnu Adhi

jpnn.com, SEMARANG - Jumlah pasien yang positif terinfeksi virus Corona jenis baru (COVID-19) di Provinsi Jawa Tengah bertambah dua kali lipat dibandingkan kemarin.

"Jumlah pasien positif COVID-19 di Jateng dari sebelumnya 19 orang sekarang menjadi 38 orang," kata Gubernur Ganjar Pranowo di Semarang, Rabu (25/3).

BACA JUGA: Kasus Positif Corona di DKI Jakarta Paling Tinggi, Total Ada 463 Orang

Ke-19 pasien baru yang positif COVID-19 tersebut dirawat di RSUD dr. Moewardi Surakarta 1 orang, RSUP dr. Kariadi Semarang 2 orang, RSUD Wongsonegoro Semarang 4 orang, RSUD Goeteng Purbalingga 3 orang.

Lalu RSUD Cilacap 1 orang, RSUD Banyumas 3 orang, RS Kardinah Tegal 1 orang, RSUD Soediran Wonogiri 1 orang, RS Sudjono Magelang 2 orang, dan RSUD Setjonegoro Wonosobo 1 orang.

BACA JUGA: Update Corona di Indonesia: Hari ini Positif Corona Bertambah 105, Sembuh 1, Meninggal 3

Berdasarkan data hingga Rabu (25/3), total di Jawa Tengah saat ini pasien yang positif COVID-19 berjumlah 38 orang dengan rincian pasien yang dirawat 34 orang, dan empat telah meninggal dunia, sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 2.858 orang, dan pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 257 orang.

Menurut Ganjar, penambahan pasien positif COVID-19 yang sangat signifikan ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, termasuk masyarakat harus semakin waspada dan mengikuti imbauan pemerintah untuk berdiam di rumah.

BACA JUGA: Innalillahi, Ibunda Presiden Jokowi Berpulang

Orang nomor satu di Jateng itu secara khusus meminta kepala daerah di 35 kabupaten/kota untuk memperketat pengawasan di wilayahnya masing-masing.

"Jangan menyepelekan, jangan merasa kuat dan sehat, lalu berbuat semau sendiri tanpa mengindahkan imbauan pemerintah. Boleh jadi anda kuat, anda sehat, atau imun anda bagus sehingga meskipun tertular anda tidak merasakan gejala sakit, tapi ketahuilah anda tetap bisa menularkan virus ini pada orang tua, isteri, suami, dan anak-anakmu," katanya.

Terkait dengan antisipasi penyebaran COVID-19 di Jateng, Ganjar juga mencermati pergerakan warga perantauan asal provinsi setempat yang mempercepat mudik ke kampung halaman.

Dirinya menyebut telah ada 80 unit bus membawa 1.776 penumpang dari Jakarta ke Jepara.

Selain itu, juga terjadi peningkatan penumpang dari Jabodetabek yang turun di terminal-terminal di Jateng misalnya pada 22 Maret 2020 di Terminal Bulupitu Purwokerto tercatat 2.323 penumpang turun dan di Terminal Giri Adipura Wonogiri ada 2.625 penumpang.

Situasi yang sama juga terjadi di Terminal Cepu, Pemalang, Kebumen, Wonosobo, dan Cilacap.

Oleh karena itu, Ganjar meminta para bupati dan wali kota lebih tegas dan ketat dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Data setiap perantau yang pulang, cek kesehatannya, dan pantau terus. Protokol yang sama juga harus diterapkan di level desa, bahkan RT dan RW," katanya.

Para kepala daerah juga dipersilakan jika memang harus menutup tempat-tempat yang berpotensi menciptakan kerumunan seperti alun-alun, objek wisata, pantai dan sebagainya, termasuk melarang setiap bentuk aktifitas massal seperti peribadatan dan resepsi pernikahan.

"Sekarang ini sudah terlalu banyak korban jatuh, bahkan tidak sedikit tenaga medis yang berguguran. Karena itu, sayangi dirimu, sayangi keluargamu, bersama kita patuhi imbauan pemerintah, agar tidak semakin banyak air mata tertumpah. Semoga 'pageblug' ini segera bisa kita lalui," ujarnya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fajar W Hermawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler