Jumlah Penganggur Didominasi Lulusan SMK

Minggu, 21 Juli 2019 – 15:07 WIB
Bursa kerja. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, KOTA BATU - Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu, Jatim, memperlihatkan masih cukup banyak lulusan SMK yang masih menganggur alias belum bekerja.

Sejak 2016 lalu, BPS Kota Batu mencatat jumlah pengangguran cenderung fluktuatif. Pada 2016, mereka mencatat ada 4.300 orang yang menganggur. Setahun setelahnya, tepatnya 2017 lalu, jumlahnya menurun menjadi 2.607 pengangguran.

BACA JUGA: Di Sini Ada 7.015 Pengangguran, Paling Banyak Lulusan SMK

Rekap terakhir di tahun 2018 lalu, diketahui bila jumlahnya kembali meningkat. Menjadi 3.512 pengangguran. Dari hasil rekap yang didapat Radar Batu, diketahui bila warga dari kelompok usia 20 sampai 24 tahun lah yang mendominasi kalangan pengangguran.

Tahun 2018 lalu, tercatat ada 1.144 warga dari kelompok usia tersebut yang masih menganggur. Pada posisi berikutnya, diketahui ada 349 warga dari kelompok usia 25–29 tahun yang masuk kategori pengangguran.

BACA JUGA: Target Rp 1,5 Miliar, Realisasi Retribusi Parkir Baru Rp 104 Juta

Staf Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik (IPDS) BPS Kota Batu Ayu Made Widiari menjelaskan data-data itu diperoleh dari hasil survei angkatan kerja nasional (sakernas).

BACA JUGA: STNK tak Diperpanjang, Data Kendaraan Bermotor Dihapus

BACA JUGA: Pria Penganggur Pesta Sabu - Sabu, Pas Ditangkap Mewek

”Hasil sakernas itu digunakan untuk menghitung jumlah penduduk yang bekerja dan jumlah penduduk yang menganggur,” kata dia kepada Jawa Pos Radar Batu.

Dari hasil rekap lain yang juga ditunjukkannya, diketahui bila sejumlah latar belakang pendidikan warga mendominasi kalangan pengangguran.

Tahun lalu, lulusan SMK mendominasi angka pengangguran. Tercatat ada 1.720 lulusan SMK yang masih menganggur tahun 2018. Terbanyak kedua yakni lulusan SMP, ada 1.109 warga yang diketahui masuk kategori pengangguran.

Untuk menekan angka pengangguran tersebut, sejumlah upaya sudah dilakukan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kota Batu.

Kabid Penempatan dan Pelatihan Kerja DPMPTSPTK Kota Batu Harul Sunaryo menjelaskan, serangkaian pelatihan kerja sudah dilakukan pihaknya. Selain itu, langkah untuk menyajikan info lowongan pekerjaan juga sudah dilakukan pihaknya.

”Kami juga sudah mengadakan pelatihan digital marketing untuk 25 orang. Terus ada pelatihan administrasi perkantoran untuk 20 orang, kemudian pelatihan perhotelan untuk 30 orang. Produk pelatihan kami pada bulan Juli ini sudah disajikan untuk 75 orang,” papar dia.

Khusus untuk pelatihan perhotelan, DPMPTSPTK Kota Batu turut menggandeng Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Mereka berharap kerja sama itu bisa membantu para pencari kerja.

Di sisi lain, Harul juga menjelaskan bila permintaan kartu kuning atau AK1 (kartu keterangan kerja) tetap banyak per bulannya. Mulai Januari hingga Juni lalu, tercatat ada 148 orang dari berbagai latar pendidikan yang mengajukan permintaan AK1.

”Sayangnya kartu kuning itu belum bisa kami jadikan patokan utama. Karena ada beberapa warga yang sudah bekerja tetapi belum melapor (ke kami),” tambah Harul.

Dia menekankan bila kepengurusan kartu kuning itu harusnya di-update tiap 3 bulan sekali. Sebab, kartu tersebut menjadi salah satu upaya pemkot memonitoring para warganya yang masih menganggur.

BACA JUGA: Bukan Hanya karena Pelakor, Tetapi Juga Minta Uang Belanja yang Keterlaluan

Ditambahkan Harul, pada akhir bulan September mendatang, pihaknya berencana untuk mengadakan agenda rutin berupa Job Fair. Agenda itu diharapkan dia turut menekan jumlah pengangguran. (nr6/ama/RM)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Banyak Lulusan SMK Menganggur, Berikut Upaya Mengatasinya


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler