Jumpa Pers Bersama Buktikan Kekompakan KPK

Kamis, 15 Maret 2012 – 18:48 WIB
Ketua KPK Abraham Samad bergandengan tangan dengan Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas dalam jumpa pers di KPK, Kamis (15/3) sore. Pimpinan KPK lainnya seperti Bambang Widjojanto, Adnan Pandu Praja dan Zulkarnaen juga hadir dalam jumpa pers itu. Foto : Arundono W/JPNN

JAKARTA - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengelar jumpa pers bersama. Langkah itu sekaligus untuk membantah adanya perpecahan di internal KPK terkait kasus-kasus yang ditangani dan persoalan yang muncul pasca-pengembalian sejumlah penyidik ke Mabes Polri.

Ketua KPK Abraham Samad menyatakan, lima pimpinan KPK terus berupaya menjaga kekompakan. "17 Desember (2011) dilantik, hari ini sudah hampir memasuki tiga bulan dan alhamdulillah lima pimpinan ini tetap kompak dan solid," kata Abraham saat jumpa pers di KPK, Kamis (15/3) sore.

Dalam jumpa pers itu, komisioner KPK lainnya yakni Busyro Muqoddas, Zulkarnaen dan Adnan Pandu Praja juga hadir. Abraham duduk di tengah, diapit Bambang dan Busyro.

Sedangkan Bambang Widjojanto menyatakan, berita-berita tentang perpecahan di internal KPK beberapa hari terakhir ini sudah sangat tendensiua dan manipulatif. "Nggak bener itu, karena kami kalau ketemu di ruang rapat, bukan di ruang pimpinan," kata Bambang.

Pimpinan KPK yang membidangi penindakan itu juga membantah adanya keretakan di internal KPK karena penarikan penyidik oleh Mabes Polri. Ia hanya menegaskan, KPK meminta beberapa penyidik yang sedang menangani kasus dan terikat kontrak karena sedang disekolahkan oleh KPK, tidak ditarik dulu ke Mabes Polri.

"Tapi kalau untuk promosi, kami fine-fine aja. Cuma teman-teman (penyidik) ini kan  sedang menangai kasus-kasus jadi supaya di-extend (diperpanjang) agar menuntaskan kasus-kasus terlebih dulu," tegasnya.

Dalam kesempatan sama, Busyro Muqoddas juga membantah kabar yang beredar di luar KPK tentang adanya perpecahan internal. "Itu tidak benar dan bluffing (gertakan) saja," tandasnya.

Adnan Pandu menambahkan, lima pimpinan KPK memang berasal dari latar belakang berbeda. Karenanya, butuh waktu untuk agar pimpinan KPK bisa benar-benar solid.

"Kami sebelumnya belum pernah satu perahu. Jadi dinamika dalam membangun kolegial yang solid itu butuh waktu. Tapi kami solid," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, beredar kabar tentang perpecahan di antara internal pimpinan KPK, maupun dengan penyidik. Pangkal persoalan adalah adanya kekecewaan penyidik menyusul penarikan sejumlah penyidik KPK ke Mabes Polri.

Sebelumnya KPK telah mengembalikan Direktur Penyidikan (Dirdik) Yurod Saleh ke Mabes Polri. Perwira berpangkat Brigjen itu dikembalikan karena diduga dekat dengan M Nazaruddin.

Namun ternyata, yang dikembalikan tak hanya Yurod. Sejumlah penyidik senior juga dikembalikan ke Polri seperti Kompol Afifef Y Miftach. Namun khusus penarikan Kompol Hendy F Kurniawan dan AKP Moch Irwan S, diduga telah memicu protes di kalangan penyidik di KPK.

Selain itu, pemicu perpecahan di internal pimpinan KPK terkait pengumuman Miranda Gultom dan Angelina Sondakh sebagai  tersangka. Pasalnya, penetapan kedua tersangka itu disebut tanpa melalui gelar perkara dan persetujuan seluruh pimpinan. Ini pula yang membuat semakin santer kabar adanya perpecahan internal.

Namun Abraham membantah soal itu. "Soal MSG (Miranda) dan AS (Angelina) itu sudah clear," tegasnya.

Ia mengakui, pengumuman Miranda dan Angelina sebagai tersangka memang tidak seperti kebiasaan KPK sebelumnya. "Saya mengumumkan sendiri itu hal biasa. Hanya dalam rapim ini kita mencoba membicarakan agar sebaiknya tidak seorang diri lagi, agar tidak menimbulkan penafsiran negatif," ucapnya.(ara/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... KPK Ancam Jemput Paksa Wako Bekasi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler