Jurus BNP2TKI Tingkatkan Edukasi Keuangan Calon TKI

Kamis, 03 Desember 2015 – 19:54 WIB
Para calon TKI yang mendapatkan pelatihan untuk mengatur keuangan. FOTO: ist

jpnn.com - JAKARTA - Untuk meningkatkan perlindungan bagi calon TKI, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bentuk kerjasama itu adalah  melaksanakan train of trainer kepada penyuluh pembekalan akhir pemberangkatan (PAP).

Kegiatan ini merupakan salah satu turunan dari program SAKU TKI atau servis keuangan inklusif untuk TKI. "Sangat penting untuk memberikan pemahaman bagi CTKI tentang cara mengatur keuangan mereka secara simpel, efektif dan efisien sehingga hasil jerih payah mereka ketika bekerja tidak habis sia-sia. Dan penyuluh PAP merupakan ujung tombak yang memberikan informasi dan pengetahuan bagi CTKI sebelum bermigrasi," kata Tenaga Profesional BNP2TKI  Bidang Pembiayaan, Remitansi dan Pemberdayaan Anjani Amitya Kirana, Kamis (3/12).

BACA JUGA: Pemasang Iklan Kasus Lamborghini Maut Bisa Dilaporkan

Acara tersebut dilaksanakan selama dua hari (2-3 Desember) di Hotel Sheraton, Tangerang, diikuti oleh 30 orang penyuluh. Lebih lanjut Anjani menjelaskan, PAP merupakan kegiatan orientasi akhir calon TKI yang berlangsung dua hari untuk memberikan segala informasi dan pengetahuan terkait kultur, budaya, dan fasilitas lainnya.

Dalam PAP itu, kata dia, yang paling utama adalah materi yang mencakup pemahaman kepada calon TKI tentang hak dan kewajiban selama bekerja yang ada pada perjanjian kerja serta menetapkan tujuan mereka bekerja ke luar negeri.

BACA JUGA: Dewan Pers: Jangan Takut Beritakan Kasus Pengemudi Lamborghini Maut

"Disitulah masuk materi edukasi keuangan bagi calon TKI, agar mereka memahami berapa jumlah biaya yang telah mereka keluarkan selama masa proses penempatan, serta berapa mereka harus membayar kewajiban tersebut, kepada institusi apa atau kepada siapa mereka meminjam, dan yang terpenting memberi edukasi tentang menabung," ujarnya.

BNP2TKI sendiri, kata Anjani, telah melaksanakan edukasi keuangan kepada calon TKI di tahun 2015 kepada kurang lebih 2.500-3.000 orang. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, seluruh calon TKI di tahun-tahun selanjutnya mendapatkan edukasi dan literasi untuk memahami produk dan jasa keuangan. (mas/jpnn)

BACA JUGA: Hukuman Mati tak Konsisten, Gembong Narkoba Merajalela

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... DPD Dukung KPK Jadi Panglima Pemberantasan Korupsi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler