JUUL Tawarkan Produk Alternatif Bagi Perokok Dewasa di Indonesia

Sabtu, 13 Juli 2019 – 13:45 WIB
Pendiri & CPO JUUL Labs James Monsees (2 Kanan), Presiden APAC South JUUL Labs Ken Bishop (2 Kiri), Country General Manager Indonesia JUUL Labs Kent Sarosa (Kiri), Direktur PT Jagad Utama Lestari Sim Chee Ping. Foto: JUUL

jpnn.com, JAKARTA - JUUL Labs meluncurkan perangkat JUUL dan JUULpods di Indonesia dalam acara yang dihelat di Jakarta, Rabu (10/7).

Peluncuran itu menandai kelanjutan langkah JUUL dalam mewujudkan misinya untuk membantu meningkatkan kualitas hidup satu miliar perokok dewasa di dunia dengan menciptakan produk alternatif dari rokok.

BACA JUGA: Waspada, Perokok Pasif Bisa Hirup 8 Senyawa Kimia Berikut

Melalui kemitraan eksklusif bersama PT Jagad Utama Lestari (PT JUL) yang merupakan anak perusahaan PT Erajaya Swasembada Tbk, produk JUUL kini tersedia untuk perokok dewasa di Indonesia.

JUUL Labs Inc. didirikan oleh Adam Bowen dan James Monsees yang merupakan mantan perokok. Saat masih merokok, mereka merasa terganggu oleh dampak merokok terhadap kesehatan pribadi dan kehidupan sosial.

BACA JUGA: Dua Rumah Sakit di Inggris Buka Toko Vape untuk Kurangi Perokok

Namun, keduanya tidak berhasil menemukan alternatif lain yang sesuai. Adam dan James pun kemudian mulai mengembangkan konsep produk alternatif dari rokok pada pertengahan tahun 2000-an saat menjalani program pascasarjana di Stanford.

Setelah proses penelitian dan pengembangan produk selama satu dekade, JUUL diluncurkan pertama kalinya di Amerika Serikat pada 2015.

BACA JUGA: Perokok Salah Satu Penyebab BPJS Kesehatan Defisit, nih Datanya

Dengan mempertimbangkan kebiasaan perokok, JUUL dirancang sebagai perangkat yang sederhana dengan teknologi yang dipatenkan.

Perangkat JUUL dan kartridnya (JUULpods) merupakan sistem tertutup (closed vaping system) dan menggunakan desain pengendalian suhu yang sudah dipatenkan sehingga penggunanya mendapatkan pengalaman vapingyang konsisten.

Tanpa tombol atau saklar, JUUL merupakan perangkat yang ringkas, bebas dari abu dan bau. Desain, fungsi, dan sensasi yang dihadirkan oleh JUUL memberikan alternatif bagi para perokok dewasa di Indonesia.

Pendiri dan Chief Product Officer JUUL Labs James Monsees mengatakan, misi global pihaknya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup satu miliar perokok dewasa di dunia.

Menurut dia, pihaknya telah melihat sejumlah kesuksesan dalam mencapai misi tersebut di negara di mana mereka beroperasi.

"Di AS, kami melihat perokok mulai menggunakan JUUL sebagai alternatif terhadap rokok konvensional. Kami berharap dengan hadirnya JUUL di Indonesia, perokok dewasa di negara ini juga memiliki alternatif yang sama,” kata dia.

Hal itu sejalan dengan fakta bahwa ada 67 juta perokok dewasa di Indonesia atau sekitar 39 persen dari jumlah populasi dewasa. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah perokok dewasa ketiga terbesar di dunia.

Laporan World Health Organization (WHO) tahun 2018 mencatat 225.720 orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit yang berhubungan dengan konsumsi rokok atau sekitar 14,7 persen, dari keseluruhan tingkat mortalitas.

Di Indonesia, setiap tahunnya beban ekonomi akibat merokok dapat mencapai Rp 600 miliar, termasuk biaya langsung untuk perawatan kesehatan dan biaya tidak langsung yang disebabkan oleh hilangnya produktivitas akibat mortalitas dan morbiditas.

Country General Manager JUUL Labs Indonesia Kent Sarosa mengatakan, di Indonesia, merokok merupakan salah satu penyebab utama kematian yang berhubungan dengan penyakit yang dapat dicegah.

"JUUL hadir untuk memberikan produk alternatif kepada perokok dewasa. Selain itu, kami juga mendukung diskusi mengenai kebijakan di masa depan yang tepat sasaran untuk kategori produk inovatif ini," ujarnya.

Direktur PT JUL Chee Ping Sim mengatakan, pihaknya menyambut baik inisiatif JUUL Labs untuk meningkatkan kualitas hidup para perokok dewasa di Indonesia dengan menyediakan alternatif untuk beralih dari rokok.

"Melalui kerja sama ini, kami percaya bahwa kini perokok di Indonesia memiliki pilihan untuk mengendalikan dampak dari merokok, baik untuk diri mereka sendiri maupun orang lain di sekitar mereka," kata dia.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Teknis Dan Fasilitas Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Nirwala Dwi Heryanto mengatakan, pihaknya terbuka terhadap perkembangan industri baru melalui pengenaan cukai terhadap produk seperti JUUL itu.

"Dengan demikian, ke depannya Bea Cukai dapat melakukan pengendalian, pengawasan, dan pemetaan secara konsisten," ujarnya.

Perangkat JUUL tersedia dalam dua warna, slate dan silver. JUULpods tersedia dalam kemasan berisi dua kartrid dengan pilihan kadar nikotin tiga persen dan lima persen, serta tersedia dalam empat varian yaitu tembakau virginia, mint, mangga, dan vanila untuk memenuhi kebutuhan nikotin yang berbeda dari perokok dewasa.

Pengguna juga dapat membeli Dok Pengisian Daya USB tambahan. Kios JUUL saat ini berada di Pacific Place (Jakarta) dan Beachwalk Shopping Centre (Bali).

Dalam waktu dekat, akan hadir dua toko di Cilandak Town Square dan Plaza Indonesia. Produk JUUL juga akan tersedia di beberapa toko serba-ada seperti Alfamart, Minimart, Shell Select, dan Pepito.

Selain toko serba-ada, JUUL juga akan tersedia di beberapa tokovape, dan gerai F&B di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Bali. (jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 20 Persen Anak Orang Kaya di Indonesia Alami Stunting


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler