KA Siliwangi Jadi Tumbal Malabar

Minggu, 06 April 2014 – 16:50 WIB

jpnn.com - SUKABUMI - Anjloknya KA Malabar Jurusan Bandung-Malang rupanya berdampak terhadap pelayanan kereta api (KA) di Sukabumi. Akibat kejadian yang menelan korban jiwa itu, KA Siliwangi jadi tumbal. PT KAI menghentikan operasi KA Siliwangi relasi Sukabumi-Cianjur, serta membatalkan jadwal keberangkatan yang sudah dipesan para penumpang.

Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Agus Komarudin mengatakan, penghentian operasi KA Siliwangi itu dilakukan untuk sementara. Kereta yang di-launching 8 Februari lalu itu akan digunakan sebagai pengganti KA Malabar yang anjlok di Cirahayu, Tasikmalaya, Jumat (4/4).
"KA Siliwangi akan digunakan untuk melayani penumpang jurusan Bandung-Malang dari 5-6 April ini," ujar Agus kepada RADAR SUKABUMI, Sabtu (5/4).

BACA JUGA: Polisi Ditemukan Meninggal di Mobil

Ia menjelaskan, rangkaian kereta yang terdiri dari dua kelas eksekutif, tiga ekonomi dan satu gerbong restorasi akan melayani perjalanan Bandung Malang melalui jalur utara, yaitu lewat Cikampek. Sebelumnya layanan transportasi itu menggunakan jalur selatan, yaitu lewat Tasikmalaya.

"Karena jalur Cirahayu Tasikmalaya anjlok, KA Siliwangi yang berkapasitas 418 penumpang itu akan melalui jalur utara, lewat Cikampek," tutur Agus. Akibat kejadian tersebut pihaknya atas nama PT KAI Daop 1 dan Daop 2 memohon maaf kepada para penumpang.

BACA JUGA: Buaya Kerap Menampakkan Diri, Anak-anak Tetap Mandi di Kali

Sementara itu, Kepala Stasiun Kota Sukabumi Heru Salam menuturkan, pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan KA Siliwangi tidak akan melayani perjalanan Sukabumi-Cianjur. Dari telegram yang diterimanya, kereta tersebut tidak akan dioperasikan untuk dua hari saja.
"Untuk perkembangannya, kita tunggu informasi lanjutan dari PT KAI pusat," imbuhnya.

Heru menambahkan, pihaknya akan mengganti uang tiket para penumpang yang sudah memesan untuk perjalanan Sukabumi-Cianjur. Sesuai dengan harga tiket yang sudah turun sejak 1 April lalu, penggantian uang tiket diberikan sebesar Rp20.000 untuk kelas eksekutif dan Rp 10.000 untuk kelas ekonomi. Pengambilan uang tersebut bisa dilakukan di stasiun pembelian tiket.
"Hanya ada dua orang yang memesan dan akan kami ganti seratus persen," pungkasnya. (mvi/jpnn)

BACA JUGA: Himpunan Alumni IPB DPD Lampung Dikukuhkan

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kapal Pembawa Logistik Pemilu Tabrak Karang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler